Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Novi Basuki, Santri yang Studi Hingga S3 di Negeri Tiongkok

Novi Basuki (berdiri) menyampaikan perkenalan.
SURABAYA (global-news.co.id) – Novi Basuki, salah seorang santri jebolan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, secara mengagumkan telah menyelesaikan studinya di Negeri Tiongkok hingga jenjang tertinggi. Mulai dari jenjang S1, S2 hingga jenjang S3. Hal ini mengemuka dalam acara silaturahim  bersama Prof. Dr. Novi Basuki yang berlangsung di RM. Ria Galeria, Jumat (15/7/2022).
Hadir dalam kesempatan ini, HMY Bambang Sujanto (Pendiri Masjid Cheng Hoo), Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), H.A. Nurawi, didampingi sejumlah pengurus, Ketua DPW PITI Jawa Timur, Haryanto Satriyo, serta anggota dan pengurus Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS).
“Beliau kita undang silaturahim dengan anggota dan pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), serta sebagian anggota PMTS,” kata H.A. Nurawi seusai acara silaturahim.
Nurawi melanjutkan, acara tersebut memang semata-mata bertujuan untuk saling bersilaturahim dan saling mengenal satu sama lain.
“Dan tentunya, silaturahim ini akan terus berlanjut ke depan,” katanya.
Rasmono Sudarjo, dari pengurus PMTS, mengatakan, ia berharap dengan keberadaan Novi Basuki yang telah bertahun-tahun tinggal dan studi di Tiongkok nantinya dapat saling bertukar pikiran tentang banyak hal, terutama kaitannya dengan Etnis Tionghoa.
“Karena tukar pikiran itu sangat penting untuk menjernihkan yang mungkin menimbulkan salah paham,” katanya.
Senada juga disampaikan Haryanto Satriyo, ketua PITI Jatim. Ia berharap nantinya terjadi saling tukar pikiran. Lebih-lebih, Novi sendiri sudah lama menimba ilmu di Tiongkok.
“Artinya nanti banyak hal yang bisa didiskusikan,” katanya.
Novi Basuki sendiri merasakan nuansa kekeluargaan yang kental dalam acara silaturahim bersama warga Tionghoa yang berasal dari organisasi-organisasi Tionghoa tersebut.
“Suasananya sangat kekeluargaan dan tanpa sekat. Seandainya juga seperti ini suasana yang tercipta dalam hubungan sosial-kemasyarakatan kita berbeda-beda itu, tentunya bangsa kita akan lebih cepat maju,” katanya.
Mengenai studinya di Tiongkok, Novi mengaku tak pernah terbersit untuk studi di luar negeri. Namun demikian, rupanya ia memiliki jalan hidup untuk melanjutkan pendidikan di Tiongkok.
“Mengutip pepatah Tiongkok, kalau kita berjodoh, berjarak ribuan mil akan bertemu. Demikian juga saya dengan Tiongkok, akhirnya saya menyelesaikan pendidikan hingga Pascasarjana,” katanya. (Tamam Malaka)

baca juga :

Sebanyak 1.492 Siswa Diterima Unair Lewat Jalur SNMPTN

Redaksi Global News

Aktivitas Pembangunan Proyek SPBU Shell Resahkan Warga Margorejo

Redaksi Global News

Gol Bunuh Diri Gerard Pique Rontokkan Barca

Redaksi Global News