Rupiah Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan pada perdagangan, Senin (16/3/2020) pagi ini.

JAKARTA (global-news.co.id) —  Wabah virus corona baru alias COVID-19 terus menekan rupiah. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp 14.818 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Senin (16/3/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.818 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan posisi Rp 14.815 pada Jumat (13/3/2020).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level Rp 14.884 per dolar AS dengan pelemahan 107 poin poin atau 0,72 persen pada Senin (16/3/2020) pukul 10.55 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (13/3/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 1,76 persen atau 256 poin ke level Rp 14.778 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau berbalik melemah 0,09 persen atau 0,091 poin ke level 97,377 pada pukul 15.52.

Jika dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya, rupiah berada di posisi terbawah kinerja harian mata uang terburuk, diikuti oleh baht yang melemah 0,50 persen dan won yang melemah 0.08 persen.

Penurunan rupiah sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali tergelincir pada pembukaan perdagangan, Senin (16/3/2020). Saham-saham kapitalisasi besar jadi penekan utamanya.

Pada pukul 09.02 IHSG dibuka meluncur turun 181,43 poin atau 3,70 persen ke level 4.726,13. Indeks kemudian berusaha merangkak naik dan tercatat menunjukkan sedikit penguatan ke level 4.761 per pukul 09.46.

Saham-saham big caps terpantau memerah dan menjadi penekan indeks pada pagi ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin pelemahan dengan turun 25,724 poin atau  4,15 persen ke level 27.125 per pukul 09.47.

Di Indonesia, per Minggu (15/3/2020) pukul 16.00, telah tercatat 117 orang yang terkonfirmasi positif virus corona dengan rincian 104 dalam perawatan, 8 orang dinyatakan sembuh, dan 5 meninggal dunia. ejo, bis