Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Edukasi Masyarakat Terkait Demam Berdarah, NH Bagikan Takjil Ramadan

SURABAYA (global-news.coid) – Kasus demam berdarah di sejumlah kawasan di Surabaya meningkat. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Surabaya, hingga awal April 2024 terdapat 47 kasus demam berdarah yang dirawat di Surabaya dan mayoritas berusia di bawah usia 14 tahun.
Dari sekian banyak penderita tersebut, beberapa di antaranya dirawat di National Hospital Surabaya.

Direktur Utama National Hospital, dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes, mengatakan, memang ada peningkatan kasus di National Hospital sejak Januari lalu. Menurut catatan rekam medis National Hospital, ada 75 kasus yang ditangani di rumah sakit tersebut.

“Angka puluhan kasus tersebut dari rentang usia 0-64 tahun yang dirawat karena kasus demam berdarah,” kata dr Azwan saat ditemui di sela pembagian takjil National Hospital, Jumat (5/4/2024).

Seiring perubahan cuaca saat akhir-akhir ini, Azwan mengimbau kepada masyarakat agar tetap selalu waspada terhadap kasus demam berdarah. Karena, lanjutnya, DBD tidak melihat usia, kaya atau miskin, semua usia berpotensi terkena.

Menurutnya, pencegahan bisa dimulai dari rumah. Kebersihan saluran air hingga genangan air harus terus dipantau agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, nyamuk yang jadi perantara penularan virus demam berdarah.

Sementara dr Achmad Yuniari Heryana SpA, dokter spesialis anak National Hospital mengungkapkan, dalam seminggu ini, dirinya merawat pasien demam berdarah anak sebanyak lima anak. “Kasus DBD ini meningkat lagi. Dari yang ringan hingga bentuknya yang berat dari yang klasik hingga dengue. Karena itu kita semua harus sudah mulai meningkatkan kewaspadaan,” terangnya.

Dia meminta masyakat untuk tetap memerhatikan kebersihan rumah. Mulai dari menguras tempat penampungan air hingga mendaur ulang beberapa tempat yang bisa menjadi nyamuk demam berdarah berkembangbiak. “Nyamuk demam berdarah ini sukanya sama air yang bersih dan tidak mengalir,” imbuhnya.

Selain aktivitas 3M, menguras, mengubur, hingga mendaur ulang, Achmad Yuniari juga mengingatkan saat ini sudah ada vaksin demam berdarah. Vaksin tersebut bisa diberikan kepada anak usia 6 tahun hingga 45 tahun.

“Vaksin demam berdarah efektif untuk mencegah paparan demam berdarah. Untuk pasien yang sudah terkena demam berdarah juga direkomendasikan vaksin demam berdarah,” paparnya.

Untuk mendukung gerakan promotif dan preventif Kementerian Kesehatan, National Hospital terus mengedukasi masyarakat dengan berbagai cara terkait demam berdarah dan beberapa kasus penyakit lainnya. Salah satunya lewat berbagi takjil. CEO National Hospital Ang Hoey Tiong mengungkapkan, pembagian takjil ini rutin dilakukan setiap tahun. Tahun ini pihaknya menyiapkan lebih kurang 5.000 takjil yang dibagikan Jumat dan Senin (8/4/2024).

“Para keluarga besar National Hospital bahu membahu untuk mengumpulkan donasi dalam rangka pembelian takjil lalu dibagikan kepada pengendara yang melintas di depan rumah sakit. Di dalamnya kami memberikan semacam kartu ucapan Ramadan beserta kalimat pengingat untuk terus hidup sehat,” pungkasnya. (ret)

baca juga :

GLOBAL NEWS Edisi 303 (1-7 Juli 2021)

Gubernur Jatim Bakal Undang Atlet PON ke Grahadi

Redaksi Global News

Rakyat Miskin Terendah, tapi Dana UHC Pamekasan Terbesar di Madura

gas