Global-News.co.id
Madura Utama

Peringati Hari Hipertensi dan Hari Jamu Nasional, Dinkes Ajak Kompak Hindari Hipertensi

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes)Pamekasan, Sabtu (20/5/2023) menggelar Peringatan Hari Hipertensi se Dunia dan Hari Minum Jamu Nasional ke-15 tahun 2023. Kegiatan itu dilaksanakan di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

Kegiatan ini didahului dengan melakukan senam sehat untuk menghindari hipertensi, lalu dilakukan penanaman tanaman pencegah hipertensi. Juga dilakukan penyerahan berbagai jenis tanaman obat kepada undangan dari seluruh kecamatan di Pamekasan.

Dalam kegiatan ini juga digelar sarasehan penyebab dan tata cara penurunan hipertensi dengan pemateri dr Harris dari spesialis jantung di RSUD Dr Slamet Martodirjo Pamekasan. Kegiatan dibuka dengan minum jamu bersama, sebagai simbul sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Dr Syaifuddin mengatakan angka hipertensi di dunia mencapai 22 % dari jumlah penduduk dunia yang mencapai 8 miliar. Di Indoneisa angkanya mencapai 34 %.

“Kondisi ini sangat memerlukan perhatian. Karena hipertensi adalah pintu masuk beberapa penyakit berbahaya, antara lain jantung stroke, penyakit pembuluh darah, liver, ginjal dan lain lain,” ujarnya.

Sayangnya, kata dia, dari privalensi yang ada di Indonesia, hanya 10 % yang terdiagnosis, 90 % nya tidak terdeteksi. Kondisi itu menyebabkan tiba tiba muncul penyaklit stroke hingga mati, sebab tidak pernah dipedulikan.

“Dari orang yang mengetahui terjangkit hipertensi namun tidak minum obat jumlahnya 13 %. Apa pun kejadiannya maka Dinas Kesehatan bertanggungjawab. Oleh karena itu, Dinkes tidak bisa sendirian dalam tata kelola hipertensi ini,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, pada peringatan hari Hipertensi, perlu mengingatkan semua pihak, lintas sector, pejabat pemerintah, masyarakat, kelompok potensial agar bersama sama memberikan perhatian terhadap hipertensi.

Menurut dia, banyak tanaman obat yang berkhasiat menurunkan hipertensi, banyak ditemukan sehari hari. Antara lain seladri, wedagan, daun alpukat dan meniran. Di Indonesia, kata dia, gudangnya tanaman obat obatan. Dia menyebut ada sektiar 23 ribu jenis tanaman obat yang ada di Indonesia. (mas)

baca juga :

Pemkot Surabaya Berikan Intervensi kepada 1.258 Anak Terdampak Covid-19

Redaksi Global News

Dua Anggota Satpol PP Kabupaten Blitar Positif COVID-19

Redaksi Global News

Dokter Reisa Broto Jelaskan soal Protokol Kesehatan di Kawasan Wisata

Redaksi Global News