Global-News.co.id
Gaya Hidup Kesehatan Utama

Percepat Penurunan Stunting di Jatim, BKKBN Sinergi dengan Dinsos

Kaper BKKBN Jatim, Maria Ernawati, dan Kadinsos Jatim, Alwi

SURABAYA (global-news.co.id) – Untuk memperkuat program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) sebagai upaya percepatan penurunan stunting, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur melakukan sinergi dengan Dinas Sosial Jatim.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, mengatakan, sasaran utama program Bangga Kencana adalah keluarga dengan pokok tugas membangun penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas. BKKBN sendiri telah melaksanakan pendataan keluarga sehingga memiliki data eligible by name by adress yang bisa digunakan sebagai dasar pelaksanaan program.

“Harapan kami, program Bangga Kencana ini bisa disinergikan dengan program Dinsos. Kami punya data hasil PK dan sesuai Perpress No.72 Tahun 2021, kami melakukan pendampingan keluarga dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga untuk percepatan penurunan stunting,” ujar Erna usai bertemu Kepala Dinas Sosial Jatim, Alwi, untuk membahas sinergitas program, Senin (31/1).

Alwi menyebut, program Dinsos sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) dan meningkatkan potensi kesejahteraan sosial yang memang beririsan dengan program Bangga Kencana. Karena itulah dia berharap bisa disinergikan.

“Seperti BKKBN yang punya PKB (penyuluh keluarga berencana) sebagai tenaga lini lapangan, Dinsos juga punya tenaga sampai tingkat kecamatan yaitu pilar-pilar TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan). Kalau bisa disinergikan dengan BKKBN, kerja kita semua pasti lebih baik,” tambahnya.

GenRe (generasi berencana) menjadi arah diskusi karena memang memiliki prioritas sinergi yang tinggi. Dinsos yang memiliki binaan remaja membutuhkan wawasan serta edukasi tentang GenRe.  Erna menyebut ini sejalan dengan aksi zero stunting yang memang dimulai dari persiapan remaja untuk pernikahan, kehidupan berkeluarga, dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka percepatan penurunan stunting.

“Setelah kegiatan ini, nantinya akan dilakukan koordinasi lebih lanjut untuk bisa bersinergi lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Jatim pada 2021 mencapai 23,5% lebih rendah dibanding angka stunting secara Nasional yang masih 24,4%. (ret)

baca juga :

Halal bi Halal Sasana Arya Bebangah

gas

Soal Hasil Tes Covid-19, LIB Tanggapi Komplain Persebaya

Redaksi Global News

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Jatim Luncurkan Buaian untuk Tekan AKI

Redaksi Global News