Global-News.co.id
Mancanegara Utama

AS Sebut Klaim Rusia Tarik Tentara dari Perbatasan dengan Ukraina ‘Salah’

Tank tempur utama T-72B3 Rusia terlihat selama latihan yang diadakan oleh angkatan bersenjata Distrik Militer Selatan di jajaran Kadamovsky di wilayah Rostov, Rusia, 27 Januari 2022. (foto: antara)

JAKARTA (global-) – Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu (16/2) mengatakan kepada wartawan, AS yakin klaim Rusia yang menyatakan menarik tentara dari perbatasan dengan Ukraina adalah “salah”.

“Jadi kemarin, pemerintah Rusia mengatakan sedang menarik tentara dari perbatasan dengan Ukraina. Mereka menerima banyak perhatian atas klaim itu, baik di sini maupun di seluruh dunia. Tapi kami sekarang tahu itu salah,” kata pejabat senior AS itu.

Namun, pejabat itu tidak memberikan keterangan rinci atau memberikan bukti tentang bagaimana ia bisa mengetahui hal itu.

Pejabat itu, yang enggan disebutkan identitasnya, mengatakan pemerintahan Biden telah mengonfirmasi bahwa “Rusia telah meningkatkan kehadiran tentaranya di sepanjang perbatasan Ukraina sebanyak 7.000 tentara”.

Pejabat itu juga menyebutkan bahwa banyak dari tentara Rusia tiba baru-baru ini di perbatasan Ukraina pada Rabu (16/2).

Kementerian pertahanan Rusia pada Rabu mengatakan, tentaranya mundur setelah latihan di dekat Ukraina dan menerbitkan video yang dikatakan menunjukkan pasukan Rusia meninggalkan semenanjung Krimea.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dalam sebuah wawancara di MSNBC pada Rabu bahwa “unit-unit penting” (Rusia) sedang bergerak menuju perbatasan.

Pada Selasa (15/2), Presiden AS Joe Biden mengatakan Amerika Serikat memperkirakan bahwa 150.000 tentara Rusia telah mengepung Ukraina, yakni meningkat dari perkiraan sebelumnya sekitar 100.000 tentara. (ntr, ins)

baca juga :

Lantik 11 Pejabat, Risma: Ayo Kerja Menolong Orang

nasir nasir

Delapan Pabrik SIG Raih Penghargaan Proper Hijau KLHK

Redaksi Global News

Hadir di 39 Titik di Jawa Timur, Pertashop Jadi Pusat Ekonomi Baru Pedesaan

Redaksi Global News