Global-News.co.id
Kesehatan Madura Nasional Utama

Stunting Bangkalan Tertinggi di Jatim, Kepala BKKBN Ingatkan Pentingnya Gizi Calon Pengantin

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron (kiri) dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

BANGKALAN (global-news.co.id) – Angka kasus stunting di Kabupaten Bangkalan menempati peringkat teratas di Provinsi Jawa Timur. Untuk mempercepat penurunan angka stunting tersebut, dalam kunjungannya ke Bangkalan Kamis (20/1), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo SpOG, menitipkan tiga hal penting pada Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron.

Tiga hal penting terkait stunting tersebut, pertama dengan mempersiapkan kelahiran mulai dari calon pengantin. Salah satunya untuk memastikan calon ibu tidak kekurangan gizi dan tidak anemia. “Hal ini termasuk dalam tahapan prekonsepsi atau penyiapan sel sperma dan sel telur agar benar-benar berkualitas untuk menghasilkan janin yang berkualitas juga,” kata Hasto yang dalam kunjungannya didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati.

Kedua terus menggaungkan Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting) melalui pemanfaatan sumber pangan lokal. Sasarannya keluarga-keluarga berisiko stunting. Ketiga, BKKBN membentuk Tim Pendamping Keluarga untuk melakukan pendampingan keluarga berisiko stunting. Hasilnya dapat dipantau dengan aplikasi Elsimil (aplikasi siap nikah dan hamil).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Jatim pada 2021 mencapai 23,5%. Kabupaten Bangkalan menempati peringkat tertinggi, 38,9%, sementara Kota Mojokerto kasusnya terendah, 6,9%.

Di Bangkalan, Hasto tak hanya membahas percepatan stunting, tapi juga pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Diungkapkan, setiap tahun terdapat alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten/Kota dalam bentuk BOKB (Bantuan Operasional KB) dan DAK (Dana Alokasi Khusus).

“Ini untuk memudahkan pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota. Harapannya, angka stunting bisa menurun secara signifikan. Kami berharap program-program ini dikawal sehingga efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Mantan Bupati Kulon Progo tersebut menegaskan, stunting juga sangat dipengaruhi oleh spacing atau birth to birth interval. “Jika jarak kelahiran terlalu dekat, angka stunting cenderung tinggi. Jika ingin memiliki anak lebih dari dua, perhatikan jaraknya, minimal 2 tahun sehingga anak tidak mengalami stress dan tercukupi asupannya,” terang Hasto yang juga dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron yang didampingi Ketua TP PKK Bangkalan merespon positif maksud kunjungan Kepala BKKBN.  “Penggarapan permasalahan stunting ini memang perlu dilakukan bersama-sama, kami menyambut baik dukungan dari BKKBN. Angka stunting di Bangkalan ini cukup tinggi, mudah-mudahan dengan semua program yang telah dan akan dilaksanakan bisa berangsur menurun,” ujarnya berharap. (ret)

baca juga :

Gandeng Bank Jatim, BWI Gelar Program Kalisa untuk Bantu Penanganan COVID-19

Pemprov Restrukturisasi Pendidikan Siapkan SMK jadi BLUD

nasir nasir

Pengakuan Petenis Top Dipaksa Berhubungan Seks oleh Eks Wakil PM China

Redaksi Global News