Global-News.co.id
Nasional Pendidikan Utama

Beasiswa Pemkab Blora untuk Keluarga Kurang Mampu, 18 Cama ke PEM Akamigas

Para calon mahasiswa PEM Akamigas

BLORA (global-news.co.id) – Sebanyak 18 orang dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Blora, memperoleh beasiswa dari pemerintah setempat untuk belajar di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu. Bupati Blora, Arief Rohman, melepas para calon mahasiswa (cama) tersebut, Minggu (19/9).

Sebelum diberangkatkan, calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dikumpulkan di ruang pertemuan Setda bersama para orangtua guna menerima pengarahan dan motivasi dari Bupati.

Bupati Arief, didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Blora, Widodo, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan menjalin kerjasama dengan PEM Akamigas untuk memberikan beasiswa kepada pelajar Blora yang berprestasi dan kurang mampu.

“Dulu saya punya cita-cita bagaimana caranya agar anak-anak Blora bisa kuliah di PEM Akamigas untuk menjadi ahli perminyakan dan gas bumi. Masak iya kampusnya ada di Cepu, tetapi mayoritas mahasiswanya dari luar daerah. Justru banyak dari anak-anak para pejabat. Sedangkan warga Blora hanya sedikit sekali yang bisa kuliah karena biaya pendidikannya mahal,” ungkap bupati.

Setelah dirinya dilantik menjadi Bupati akhir Februari 2021 lalu, pihaknya langsung melakukan penjajakan kerjasama dengan PEM Akamigas. Untuk mewujudkan program beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan kurang mampu.

“Alhamdulillah setelah melalui berbagai tahapan seleksi, akhirnya ada 18 anak-anak yang berhasil lolos,” kata dia.

Dia berpesan agar mereka belajar sungguh-sungguh. Sebab, semua biaya perkuliahan ditanggung Pemkab kerjasama dengan PEM Akamigas dan Baznas Kabupaten Blora. “IPK-nya harus bagus, minimal cumlaude. Jangan kecewakan para orangtua kalian, akan kami pantau perkembangan prestasi kalian,” ucap Bupati.

Bupati Blora, Arief Rohman, melepas para calon mahasiswa (cama) Minggu (19/9).

Bupati berharap, para calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu ini bisa lulus tepat waktu dengan IPK memuaskan.  Sehingga dapat bekerja di perusahaan besar dunia, yang bergerak di bidang migas.

Jika ini berhasil, bukan tidak mungkin tahun depan akan berlanjut pada angkatan selanjutnya dengan program beasiswa yang sama.

“Jika 18 mahasiswa ini sukses, nantinya bisa bekerja dengan baik. Secara tidak langsung akan mengangkat kondisi ekonomi keluarga dan kualitas SDM Kabupaten Blora semakin naik,” katanya.

Kedelapanbelas mahasiswa ini selama menempuh studi di PEM Akamigas akan tinggal di asrama.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih menyampaikan,  sebelum dinyatakan resmi diterima, pihaknya telah melakukan home visit terlebih dahulu untuk menyurvei kondisi ekonomi keluarga masing-masing calon mahasiswa.

“Memang mereka ini berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan kemarin ada yang hampir tidak lolos karena tes kesehatannya terlambat. Setelah dicek ternyata belum bisa melakukan tes kesehatan karena tidak punya biaya. Namun akhirnya setelah dikomunikasikan dengan pihak PEM Akamigas masih bisa menyusul,” kata Indah.

Terpisah, Burhanudin Hasan, calon mahasiswa asal Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, mengaku senang bisa lolos untuk mengikuti kuliah program beasiswa yang diberikan Pemkab Blora.

“Maturnuwun Pak Bupati dan jajarannya, jalan impian saya untuk menjadi ahli migas mulai terbuka. Saya berjanji  bersungguh-sungguh selama kuliah dan berharap ketika lulus dapat bekerja memberikan kontribusi untuk kemajuan Kabupaten Blora,” kata Burhanudin, yang datang didampingi orangtuanya.

Ke-18 calon mahasiswa PEM Akamigas program Beasiswa Pemkab Blora:  Kharisma Lutfiana (Ngawen), Widiana Marsiana (Bleboh Jiken), Giyanti (Bacem Jepon), Yusu Guridno (Sendang Todanan), Yuniar Harmiada (Balun Cepu), Rizki Dwi Santoso (Bacem Jepon).

Kemudian Trian Juvita (Cepu), Ghafar Hamid (Balun Cepu), Dodik Surya Pramata  (Bajo Kedungtuban), Burhanudin Hasan  (Nglungger Kradenan), Ahmad Yoga (Balun Cepu), Arga Intan (Ketangar Karangjati), Thadea Eka (Balun Kandangdoro), Fattur Firmansah (Mendenrejo Kradenan).

Selanjutnya Teguh Rahayu (Sarirejo Bogorejo),  Trilis Setyo Rahayu (Giyanti Sambong), Jepri Dwi Sulistyo (Tutup Tunjungan), dan Muhammad Imam Ghozali  (Biting Sambong). (tis)

baca juga :

Antisipasi Keresahan Masyarakat, Guru di Surabaya Ikuti Sosialisasi Virus Corona

Redaksi Global News

Dokter hingga Bupati Terinfeksi Covid-19 Usai Disuntik Vaksin

Redaksi Global News

Dipanggil Timnas Palestina, Persib Bakal Tanpa Mohammed Rashid

Redaksi Global News