Global-News.co.id
Madura Utama

Eduwisata Garam Madura, Kukuhkan Desa Bunder Sebagai Desa Tematik

Suasana keramaian saat Soft Launching Eduwisata Garam Desa Bunder.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kab. Pamekasan kini memastikan telah menjadi Desa Tematik. Sebuah desa yang memiliki program unggulan bidang ekonomi sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Desa Tematik adalah salah satu program unggulan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Kepastian Desa Bunder menjadi Desa Tematik itu diantaranya ditunjukkan dengan telah dilakukan Solf Launching Eduwisata Garam Madura oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara Saghere Desa Bunder, Minggu (4/4/2021) lalu.

Direktur BUMDes Mutiara Saghere Desa Bunder Taufik Hidayat menyampaikan selain sebagai destinasi wisata baru di bumi Gerbang Salam Pamekasan, Eduwisata Garam Madura juga akan berfungsi menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang proses pengolahan dan dinamika pemanfaatan garam.

“Eduwisata Garam Madura ini juga akan dijadikan sebagai etalase produk-produk garam rakyat, mulai dari garam rebus dan produk olahan lainnya yang dihasilkan warga Desa Bunder,” tutur Taufik, Selasa (6/4/2021).

Taufik menegaskan, eduwisata garam tersebut akan dimaksimalkan pemanfaatannya dengan cara menjadikan eduwisata garam tersebut sebagai unit usaha BUM Desa yang terintegrasi. Nantinya akan dilengkapi dengan pusat pengolahan sampah, rekristal garam serta unit lain yang akan terintegrasi dengan eduwisata garam Madura.

Bagi para pengunjung yang akan hadir ke eduwisata garam tersebut, tidak sulit. Untuk masuk ke lokasi eduwisata garam Madura, pengelola menerapkan e-garam. Di mana para pengunjung cukup membeli garam smart seharga Rp 5 ribu, berupa garam yodium yang diproduksi oleh BUMDes Mutiara Saghere yang sekaligus menjadi tiket masuk ke lokasi eduwisata.

“Sejak awal program rekristal garam hingga eduwisata garam Madura ini didukung penuh oleh Pemkab Pamekasan melalui beberapa OPD nya. Dan khusus untuk rekristalisasi garam ini telah berhasil mengantarkan Desa Bunder menjadi juara pertama desa inovatif Jawa Timur tahun lalu,” ujar Taufik.

Taufik menjelaskan eduwisata garam Madura merupakan respon cepat desa Bunder terhadap program desa tematik yang digagas oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, yang menjadi jawaban atas semangat kuat yang dibangun oleh Bupati Baddrut Tamam dalam program desa tematik, khususnya dalam mengembangkan ekonomi desa.

Kondisi itu, kata Taufik, sejalan dengan semangat Desa Bunder yang telah berhasil mewujudkan Kampong Garam Madura di desa tersebut. Dia berharap, ketika nantinya masyarakat ingin mengetahui tentang bagaimana garam dan dinamikanya di Madura, maka semuanya aka dijawab oleh desa Bunder melalui eduwisata garam Madura.

“Desa Bunder merespon gagasan besar Bapak Bupati tentang desa tematik. Alhamdulillah, tahun 2021, desa kami punya program tematik “Kampong Garam’. Kami berharap dukungan bapak bupati terus mengalir untuk pengembangan desa,” harapnya.

Kepala Desa Bunder Iswiyanti juga menyampaikan bahwa pendirian eduwisata garam sudah mulai direncanakan sejak 2019 lalu, sebagai inovasi untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Hal itu muncul setelah terdorong gagasan desa tematik oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Selain, lanjutnya, untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar. Karena itu dia berharap keberadaan eduwisata garam itu bisa membantu menekan angka pengangguran di desanya.

Ada berbagai fasilitas yang tersedia di eduwisata ini mulai dari susur sungai hutan bakau dengan menggunakan perahu, edukasi pengolahan garam tradisional, serta bazar produk olahan tradisional.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan bahwa konsep desa tematik terus didorong dengan semangat dan usaha keras seluruh elemen. Melalui desa tematik, diharapkan desa desa di Pamekasan mampu naik kelas menjadi desa berkemajuan.

Ditegaskan pula bahwa desa tematik merupakan manisfestasi dari salah satu visi Pemkab Pamekasan dalam pembangunan ekonomi. Melalui desa tematik, kata Baddrut Tamam, Pemkab Pamekasan ingin menerapkan prinsip partisipatif dalam menggali dan mengenal potensi masing masing desa menuju Kabupaten Pamekasan yang berkemajuan. (mas)

baca juga :

Industri Kecantikan Indonesia Ikut Menyesuaikan dengan Tatanan Normal Baru

Redaksi Global News

Tingkatkan Profesionalitas, PWI Tuban Gelar UKW ke-18

nasir nasir

Skema KIP Kuliah 2021 Diubah, Biaya Pendidikan dan Hidup Lebih Tinggi

Titis Global News