Global-News.co.id
Indeks Mataraman Utama

Evakuasi Longsor Nganjuk Sempat Dihentikan, 7 Korban Masih Tertimbun

GN/Gatut
Pangdam V Brawijaya bersama Kapolda Jatim saat meninjau lokasi longsor di Nganjuk.

 

NGANJUK (global-news.co.id)– Proses evakuasi korban longsor Nganjuk di Dusun Selopuro Desa/Kecamatan Ngetos sempat dihentikan sementara, lantaran hujan disertai petir terjadi di kawasan lokasi longsor. Namun evakuasi akan dilanjutkan jika cuaca memungkinkan atau hujan sudah reda.

Pasalnya, tebing yang berada di sekitar lokasi longsor kondisinya masih memperihatinkan. “Untuk sementara kita hentikan mengingat hujan,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga 1 Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna kepada wartawan di lokasi Rabu (17/2/2021).

Semua personel yang terlibat telah diperintahkan untuk kembali ke Posko darurat bencana di Kantor Camat Ngetos. “Ini semua kita perintahkan untuk kembali ke Posko mengingat lokasi rawan longsor susulan,” kata Suyatna.

Ia menjelaskan, untuk evakuasi di hari ketiga pasca longsor Nganjuk terjadi, petugas berhasil menemukan satu korban tertimbun. Korban meninggal dunia merupakan seorang pria dewasa. “Betul kita temukan satu korban lagi. Jenis kelamin pria,” ujarnya.

Suyatna mengatakan, korban longsor Nganjuk ditemukan sekitar pukul 10.21 WIB di sektor A. Korban ditemukan dalam posisi terlentang ditindih material bangunan dan pepohonan. Begitu ditemukan, korban langsung dibawa mobil ambulans ke Puskesmas Ngetos untuk dilakukan visum. “Sudah dibawa ambulans ke puskesmas untuk dilakukan visum identitas,” papar Suyatna.

Untuk diketahui, longsor terjadi di Dusun Selopuro Desa/Kecamatan Ngetos Nganjuk, diperkirakan menelan 21 orang. Dari 21 tersebut merupakan dari 12 KK. Saat ini 186 jiwa dari 54 KK terdampak telah diungsikan di SDN Ngetos 3 dan rumah kepala desa setempat. “Hari ini kita lanjutkan pencarian hari ke tiga. Masih ada 7 korban dari 21 yang tertimbun,” ujar tambah Suyatna.

Hingga hari kedua pencarian korban longsor di Nganjuk, kata Suyatna, sudah ada 14 korban ditemukan dan 12 dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan korban selamat, ada dua orang yang dirawat di RSUD Nganjuk. “Jadi total sudah ditemukan 14 dan dari jumlah itu 12 meninggal dunia dan 2 selamat,” kata Suyatna.

Ia mengatakan untuk pencarian korban longsor terbagi dalam dua blok yakni blok A dan B. Tim pencarian melibatkan tim gabungan Basarnas, Polri, TNI dan juga relawan. Evakuasi terbagi dalam dua blok yakni blok A dan B. “Tetap kita libatkan tim gabungan pagi ini setelah istirahat semalam dengan harapan semangat semua. Untuk blok kita bagi dua blok A di bawah dan blok B yang bagian atas,” tuturnya.

Dalam proses evakuasi, TNI dan Polri juga ikut terjun membantu melakukan evakuasi. Bahkan, pencarian korban longsor ini dipantau langsung oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu (17/2/2021) sore.

Selain meninjau lokasi longsor, Pangdam dan Kapolda Jatim, juga melakukan peninjauan di Posko Tanggap Darurat Tanah Longsor serta di lokasi pengungsian.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menyebutkan, bahwa pihaknya telah mengerahkan 400 personil, itu gabungan dari TNI, Polri, Tagana, serta para relawan untuk mencari korban bencana yang masih tertimbun tanah longsor. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan K9 anjing pelacak untuk mencari korban di titik-titik tertentu, dan menerjunkan psikolog untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan trauma bagi anak-anak korban bencana.

“Kami menerjunkan 400 personel gabungan untuk proses evakuasi ini. Kita juga menerjunkan tim psikolog untuk memulihkan trauma healing bagi anak-anak,” pungkasnya. tut, det

baca juga :

Malam Hari, Tol Alternatif Surabaya-Madiun Ditutup

nasir nasir

Seriusi Kecerdasan Artifisial dan Kesehatan, ITS Resmikan PUI-AIHeS

Redaksi Global News

Kasus COVID-19 DKI Jakarta Naik Lagi, Mal Elit Kembali Sepi