Global-News.co.id
Indeks Pantura Utama

2.733 Ha Terendam, 546 Ha Lahan Pertanian di Bojonegoro Alami Puso

Banjir di Bojonegoro menggenangi ribuan hektare (Ha) lahan pertanian milik warga. Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian terancam gagal panen alias puso.

 

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Hujan deras dan luapan Bengawan Solo di Bojonegoro hingga menyebabkan banjir tidak hanya merendam rumah-rumah warga. Banjir juga menggenangi ribuan hektare (Ha) lahan pertanian milik warga. Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian terancam gagal panen alias puso.

Hingga pertengahan Februari 2021 ini, ada sebanyak 2.733 hektare tanaman padi milik petani di 11 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang terendam banjir. Sebanyak 546 hekatare di antaranya terancam puso atau gagal panen, yang berada di wilayah Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kapas.

Dari 2.733 hektare sawah yang terendam banjir tersebut, sebanyak 1.601 hektare tidak masuk menjadi peserta Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP), sementara sisanya seluas 1.132 hektare telah masuk AUTP. Jumlah sawah yang tergenang banjir tersebut dimungkinkan akan bertambah karena masih ada sawah di beberapa wilayah yang masih dalam pendataan petugas.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani SPi MP, mengatakan bahwa berdasarkan data dari petugas lapangan, hingga hingga pertengahan bulan Februari 2021 total sebanyak 2.733 hektare yang terendam banjir dan 546 hekatare di antaranya terancam puso atau gagal panen.

“Ada 2 kecamatan yang terancam puso atau gagal panen yakni Kecamatan Baureno seluas 498 hektare dan Kecamatan Kapas seluas 48 hektare.” kata Zaenal, saat ditemui di kantornya, Rabu (17/2/2021).

Sementara itu, tanaman padi yang tergenang tersebut berada di Kecamatan Kapas, Sukosewu, Baureno, Kanor, Malo, Bojonegoro, Sumberejo, Kepohbaru, Balen, Gayam, dan Kecamatan Trucuk.

Dengan kejadian tersebut pihaknya sedang berupaya untuk membantu para petani yang terkena dampak banjir tersebut, khususnya yang mengalami puso atau gagal panen.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan bantuan benih dari Pemerintah Pusat bagi 1.601 hektare sawah yang tergenang banjir di wilayah Kecamatan Baureno, yang mana lahan tersebut lepas dari Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP). “Memang ada beberapa wilayah yang secara sistem tidak masuk AUTP, untuk itu kami sedang mengupayakan mencari solusi bagi para petani tersebut.” kata Zaenal.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 ini pihaknya telah mengikut sertakan sawah petani seluas 43.000 hektare menjadi peserta Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Sementara jumlah sawah dalam musim tanam (MT) kali ini yang terdaftar AUTP seluas 9,555 hektare.

“Yang terdaftar selama musim tanam ini total luas lahannya 9,555 hektare. Sedangkan selama setahun ada 43.000 hektare yang sudah kita daftarkan ansuransi usaha tani padi,” pungkas Zaenal. ima

baca juga :

Kepincut Guru Senam

gas

Raih Banyak Anugrah Lingkungan, Pamekasan Bertekad Jadi Kabupaten Hijau

Redaksi Global News

Dampak COVID-19, Target Retribusi Pasar Turun Rp 2 Miliar

Redaksi Global News