Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Indeks Utama

DitegurJokowi, Menko Airlangga Klaim Harga Bahan Pokok Sudah Turun

Airlangga Hartato

JAKARTA (global-news.co.id)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas dengan jajaran menterinya mengungkapkan kekesalannya terkait harga bahan pokok yang masih tinggi dan tak kunjung turun. Jokowi pun meminta jajarannya untuk turun langsung ke lapangan mengecek harga-harga bahan pokok sehingga benar-benar terjangkau oleh masyarakat.
Menanggapi persoalan harga bahan pokok tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, pihaknya mencatat sudah terjadi  penurunan pada harga sejumlah bahan pokok. Adapun bahan pokok yang mengalami penurunan harga menurutnya adalah daging sapi yang turun menjadi Rp117.800 pernkg, cabai rawit Rp 32.600 per kg, cabai merah Rp 31.200 per kg, bawang merah Rp 43.750 per kg, bawang putih Rp 41.500 per kg.
“Minyak goreng curah akibat CPO turun juga mengalami penurunan Rp12.450, minyak goreng kemasan Rp14.700, daging ayam Rp 28.450 dan juga telur ayam ras,” papar Airlangga di Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Dia melanjutkan, untuk pasokan bawang putih, pemerintah sudah memberikan perizinan untuk impor. Diperkirakan bawang putih impor masuk dalam jumlah yang cukup menjelang Lebaran. “Begitu juga cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, gula pasir, gula pasir pun akan ada masuk di bulan Mei depan,” imbuhnya.
Dari sisi harga, lanjutnya, pemerintah juga akan terus melakukan pengendalian. “Secara keseluruhan bahan makanan relatif tersedia. Tentunya Presiden meminta cadangan beras diamankan,” jelasnya.
Sebelumnya Jokowi menyoroti kenaikan harga beras di pasaran.  Bahkan, Jokowi juga merasa heran karena harga gula yang tidak bergerak turun sama sekali dan malahan naik menjadi Rp 19.000 per kg. Jokowi juga menyoroti harga bawang putih, bawang bombay yang juga belum turun. Presiden pun mempersoalkan harga beras mengingat harga gabah kering yang turun 5% sementara harga beras malah naik 0,4%.
“Ini ada apa? Tolong dilihat betul lapangannya. Lapangannya dicek betul. Ini pasti ada masalah. Kalau harga gabah kering giling turun, mestinya harga berasnya juga ikut turun. Ini petaninya enggak dapat untung, harga berasnya naik, masyarakatnya dirugikan. Ini yang untung siapa dicari,” tegas Jokowi. jef, sin

baca juga :

Sebagian Wilayah Jatim Berpotensi Diterjang Angin Kencang

Redaksi Global News

Transaksi dengan DKI Jakarta Tembus Rp 750 M, Emil Dardak Sebut Misi Dagang Jadi Momen Katalis Pemulihan Ekonomi Nasional

Titis Global News

Dewan Surabaya Dukung Produksi Obat COVID-19 dari Unair

Redaksi Global News