Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

PSBB Disetujui, Risma Gelar Rapat Bahas Teknis

Walikota Surabaya Tri Rismharini

SURABAYA (global-news.co.id)– Pemkot Surabaya menggelar rapat mengenai teknis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), usai pengajuan ke Kementerian Kesehatan dikabulkan, Selasa (21/4/2020).

Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M Fikser mengakui baru mengetahui persetujuan PSBB itu dari situs resmi Kemenkes.

“Ini kan baru tahu ya, baru tahu dari website-nya Kementerian Kesehatan RI. Jadi belum bisa.bicara banyak,” kata Fikser, Selasa (21/4/2020).
Saat mengetahui hal itu, kata Fikser, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tengah menggelar rapat komprehensif bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Surabaya.
Bahasan dalam rapat tersebut, kata dia, ialah teknis penerapan PSBB di Kota Surabaya. Fikser mengaku belum bisa menyampaikannya secara detil.
“Saya ini lagi dampingi Ibu (Risma) rapat, nanti kita informasikan ke media,” katanya.
Untuk diketahui Kementerian Kesehatan telah resmi menyetujui pemberlakuan PSBB untuk Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui Pembatasan Sosial Berskala b
Besar (PSBB) diterapkan di wilayah Surabaya Raya yang mencakup Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. PSBB diterapkan untuk menanggulangi penyebaran virus corona di wilayah tersebut.
PSBB di tiga wilayah itu ditetapkan lewat Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/264/2020.
“Menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19),” kata Terawan dalam Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/264/2020, Selasa (21/4). pur

baca juga :

Khofifah Klaim Jatim Sudah Buktikan PSBM Lebih Efektif untuk Menekan Penyebaran Virus Covid-19

Redaksi Global News

Kremlin Bantah Putin Bakal Mundur karena Penyakit Parkinson

Redaksi Global News

Karena 19 Detik, Gisel Terancam 12 Tahun Penjara

Redaksi Global News