Global-News.co.id
Indeks Madura Utama

Aksi Solidaritas Guru Budi Berlanjut, Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan

SAMPANG (GN) – Dukungan agar tragedi guru yang meninggal dunia karena dihajar muridnya sendiri supaya tak terjadi lagi, terus dilakukan masyarakat. Masyarakat Madura bahkan menjadikan momen untuk segera menghapus stigma Pulau Garam identik dengan kekerasan, sekaligus mengembalikan citranya sebagai daerah yang religius.

Untuk itu berbagai kalangan Kamis (8/2/2018) menyampaikan aksi damai sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Achmad Budi Cahyanto. Sang guru simbol kekerasan di lingkungan pendidikan.

Salah satunya aksi solidaritas Duka Guru Budi Duka Kita Semua. Aksi ini dimulai dari depan Mapolres Sampang yang dilanjutkan longmarch menuju Kantor Kejaksaan Negeri Sampang.

Dalam aksi yang dipimpin Kiai Tsabit yang juga mantan Ketum HMI Cabang Malang periode 1995-1996, massa ingin agar semua pihak turun tangan mengatasi maraknya kekerasan di dunia pendidikan. Meningkatkan pendidikan akhlak dan budi pekerti.

Berbagai elemen terlibat dalam aksi ini, seperti para kolega almarhum Ahmad Budi Cahyanto, perwakilan PGRI se Madura, perwakilan mahasiswa se Madura, pegiat seni dan masyarakat peduli pendidikan.

Tak hanya itu, sejumlah peserta aksi juga ada dari kalangan siswa SMA Torjun Sampang. Para siswa tersebut membentangkan sejumlah poster bentuk keprihatinan dan apresiasi terhadap sosok almarhum guru GTT Ahmad Budi Cahyono.

Seperti diberitakan, kasus penganiayaan siswa kelas XII SMAN 1 Torjun berinisial HZF terhadap Achmad Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2) saat jam pelajaran terakhir dengan materi seni lukis.

HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu malah mencoret-coret lukisan milik teman-temannya.

Saat ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi memberi sanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai perjanjian awal. HZF tidak terima dan memukul gurunya. Budi kemudian mengambil kertas presensi dan memukul ke arah korban.

HZF menangkis dan memukul sang guru. Pukulan itu terkena pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh.

Korban meninggal dunia di rumah sakit. HZF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang. (pts)

baca juga :

Erupsi Semeru, 1.656 Huntap dan 562 Huntara bagi Penyintas Rampung

Kemenkes Sebut 58 Jamaah Haji Meninggal, Mayoritas karena Penyakit Jantung

Satgas Optimistis Kasus Baru TB di Surabaya Menurun