Global-News.co.id
Indeks Madura Utama

Dulu Garam di Tingkat Petani Rp 500 Ribu Per Ton, Kini Rp 5 Juta Per Ton

 

Sejumlah petani garam di Madura saat memanen hasil garam.

SUMENEP (global-news.co.id)–Kelangkaan garam di beberbagai daerah di Jawa Timur, membuat harga garam melonjak drastic. Di tingkat petani saja, harga garam bisa naik hingga 10 kali lipat dari harga normal. Bahkan bisa dibilang super mahal. Kondisi ini tentunya berimbas dengan harga garam di pasaran.

Di lahan pegaraman Kabupaten Sumenep, produksi garam memang minim. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang tidak normal. Dalam beberapa hari terakhir, terkadang hujan dan seringkali panas, membuat produksi garam di lahan pegaraman Desa Kertasada dan Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, semakin menipis. Kini, produksi garam mencapai sekitar 800 ton dari target produksi 2 ribu ton.

Berdasarkan informasi, harga garam cukup mahal akibat garam langka. Dari petani garam di wilayah garam rakyat Sumenep, saat ini harga garam melambung cukup tinggi. Jika tahun lalu harga garam hanya dikisaran Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per ton. Kini, harga garam mencapai Rp 4 juta hingga 5 juta per ton.

Salah seorang petani garam, Hosni mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat produksi garam miliknya menepis. Biasanya, kata dia, biasanya satu petak mampu menghasilkan 8 hingga 10 ton garam. Saat ini hanya 2 sampai 3 ton garam per petak.

“Karena cuaca selalu hujan, produksi garam dipercepat karena mengejar waktu. Bila dalam cuaca normal dipanen per sepuluh hari. Tapi, saat ini dipanen per tiga hari dengan cara mengurangi di lahan garam,” ujar Hosni, Sabtu (29/7/2017).

Menanggapi kelangkaan garam saat ini, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumenep, Arief Rusdi mengatakan, kelangkaan garam terjadi karena kondisi cuaca kemarau basah yang melanda wilayah Sumenep. “Produksi garam menurun tidak sesuai target. Saat ini produksi garam baru mencapai sekitar 800 ton. Padahal, target tahun ini sebesar 2 ribu ton garam,” terang Arief Rusdi.

Dia menjelaskan, tahun 2017 Program Usaha Garam Rakyat (Pugar) akan diarahkan untuk program integritas lahan. Itu dilakukan guna meningkatkan produksi dan kualitas garam lokal Kabupaten Sumenep. * tmc

baca juga :

OJK Peringati Hari Santri Nasional 2022, Momentum Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Redaksi Global News

Gabung PSS, Ridwan Bidik Posisi Kiper Utama Super Elja

Redaksi Global News

UU IKN Ditandatangani Jokowi, Proyek Ibu Kota Baru Dimulai

Redaksi Global News