PKS Serukan Struktur dan Kader Jadikan Bulan Ramadan Hari Persaudaraan

Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan

SURABAYA (global-news.co.id)– Sesuai arahan dari DPP, di tengah pandemi virus COVID-19,  PKS (Partai Keadilan Sejahtera) menyerukan agar setiap anggotanya  menjadikan Ramadan sebagai bulan persaudaraan. Di mana setiap kader harus peduli dan saling membantu dalam kondisi yang sangat berat ini.
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul Ramadan 1441 Hijriyah saat ini dilalui dalam kondisi pandemi COVID-19.
Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menegaskan jika arahan DPP, setiap kader PKS harus memperkuat rasa solidaritas,  persaudaraan  sebagai sesama anak bangsa dan persaudaraan sesama manusia.
“Mari kita bantu kader-kader kita, saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, kawan-kawan kita, atau siapa pun yang sedang mengalami kesulitan ekonomi terdampak COVID-19 ini. Kita juga bantu dan dukung para tenaga medis yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya membantu dan merawat pasien,” tegas mantan anggota DPRD Jatim dua periode ini, Kamis (30/4/2020).
Selain itu, tambahnya anggota PKS harus menjadi elemen yang mampu mempersatukan umat dan bangsa. Tidak boleh menjadi elemen yang justru memecah belah umat dan bangsa. Di saat krisis seperti saat ini, penting untuk membangun solidaritas dan persatuan dengan seluruh komponen anak bangsa yang lainnya.
Tanpa persatuan, lanjutnya, bangsa kita akan sulit melewati krisis ini dengan baik. Oleh karena itu, dia mengajak semua kader menjadikan Ramadan sebagai bulan yang membawa rahmat untuk semuanya. Rahmat bagi umat muslim yang berpuasa maupun bagi umat non muslim yang tidak berpuasa.
Ditambahkan pria murah senyum ini para anggota PKS di bulan Ramadan tidak hanya dituntut mampu meningkatkan kesalehan spiritual tetapi juga harus bisa membangun kesalehan sosial.
Terakhir, pihaknya juga meminta agar para kader untuk tetap stay at home guna menekan penyebaran COVID-19, melaksanakan apa yang telah menjadi arahan dari pemerintah.
“Termasuk mengikuti perintah dan arahan dari pemerintah (umara) dan fatwa para ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyelenggarakan aktivitas ibadah di rumah masing-masing bersama keluarga,”ungkapnya. cty