
SURABAYA (Global-News.co.id) –
Perkembangan zaman yang semakin maju membawa banyak perubahan dalam kehidupan. Teknologi dan media sosial memberikan kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku.
Oleh karena itu, remaja dan anak sekolah perlu memiliki akhlak yang baik agar mampu menyikapi perubahan zaman dengan bijak.
Akhlak adalah sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak sangat penting karena menjadi dasar dalam membentuk karakter dan kepribadian. Remaja yang berakhlak baik akan mampu bersikap sopan, jujur, bertanggung jawab, serta menghormati guru, orangtua, dan sesama.

Saat ini, remaja dan anak sekolah menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh pergaulan, media sosial, dan menurunnya etika dalam berkomunikasi. Jika tidak disikapi dengan baik, hal tersebut dapat berdampak negatif pada perilaku keseharian.
Akhlak, dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata sopan, menaati aturan sekolah, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Selain itu, mengisi waktu dengan kegiatan positif juga dapat membantu membentuk akhlak yang baik. Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membimbing akhlak yang baik. Dukungan dan keteladanan dari orang tua serta guru akan membantu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Demikian disampaikan oleh M. Faishol, S.Pd.I pembicara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan -SMK Prapanca 1 Surabaya, Rabu (9/9/2026).
Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut, mengusungl tema: Dari Teladan, Menjadi Perubahan: Tetap Berakhlak di Tengah Perubahan.
“Jadi, betapa susahnya bukan main berakhlak di tengah perubahan zaman,” ujar M. Faishol.
Menurut guru Pendidikan Agama Islam di SMK Prapanca 1 itu, memiliki akhlak yang baik akan mampu menghadapi tantangan zaman dan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Ada perilaku atau akhlak baik menjadi teladan sepanjang sejarah manusia, yaitu Baginda Rasulullah Muhammad Saw.
Diba Maulid
Sekitar 150 tamu, terdiri murid dan guru larut dalam kegiatan pengajian yang berlangsung pagi hari itu.
Jamaah pria duduk di bagian depan. Jamaah wanita, berada di belakang sedangkan para guru berada di samping kanan. (kcm)

