
SAMPANG (Global-News.co.id) – Upaya penanganan dampak kemarau panjang di Kabupaten Sampang terus digencarkan. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi turun langsung melepas armada tangki air bersih untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak, bertempat di Halaman Pendopo Trunojoyo, Senin (7/9/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Forum Sampang Sehat (FSS) bersama sejumlah mitra, di antaranya Baznas Sampang, BUMD, RSMZ, serta jaringan rumah sakit dan klinik se-Kabupaten Sampang. Total bantuan yang disiapkan mencapai satu juta liter air bersih.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu masyarakat. Menurutnya, masalah kekeringan tahun ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu lembaga.
“Peluncuran hari ini adalah langkah awal. Satu juta liter air akan kita salurkan kepada warga yang membutuhkan. Sinergi seperti ini sangat penting, karena beban masyarakat tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Pemkab Sampang berkomitmen penuh menjaga hak dasar warga.
“Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan utama. Di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang, pemerintah wajib hadir memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan hariannya dengan layak,” tegasnya.
Ketua Forum Sampang Sehat (FSS), Farida, menyebut gerakan ini murni karena kepedulian sosial. Ia berharap bantuan bisa sedikit meringankan beban warga di desa.
“Ini bentuk kepedulian kita bersama. Dengan adanya satu juta liter air ini, kami berharap warga tidak lagi antri atau kesulitan mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan dasar lainnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar bantuan benar-benar sampai.
“Kami akan kawal prosesnya hingga tuntas. Semoga ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas, karena persoalan kekeringan butuh penanganan jangka panjang dan kerja sama banyak pihak,” pungkasnya.
Perlu diketahui, pada tahap pertama, bantuan akan dipusatkan di 5 kecamatan yang paling terdampak, yaitu Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Sreseh, dan Tambelangan. Targetnya adalah menyalurkan 200 tangki berkapasitas 5.000 liter per tangki. Proses distribusi akan berjalan hingga akhir September 2026. (Sof)

