Global-News.co.id
Madura Utama

DPRD Pamekasan Harap 4 Kabupaten di Madura Dilibatkan Bahas Investasi dari China

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi
Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi

PAMEKASAN (Global-News.co.id) – Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi, merespon kabar investor China yang akan masuk Madura. Sepengetahuannya kecenderungan investasi itu berupa Kawasan Ekonomi Khusus Madura.

“Tapi apa pun yang berkaitan dengan investasi di Madura, ukurannya berdasarkan azas manfaat, bila ada manfaatnya untuk kesejahteraan dan kenyamanan serta tidak membuka luka baru, tidak ada masalah kesenjangan sosial, tentu tidak masalah. Namun harus diselesaikan dulu soal beberapa hal, mulai dari kultur, akses, dan manfaatnya bagi warga masyarakat tadi. Kita tahu di perusahaan itu kan ada manajemen risikonya seperti apa, sehingga kita tidak bisa mengatakan setuju atau tidak soal ini, tapi harus dipelajari secara detail dulu, dampaknya ke masyaraat apa, investasinya dalam bentuk apa, harus ada kajian-kajian. Kami di Komisi II DPRD Pamekasan sudah ada perbincangan soal ini,” katanya kepada Global News, Rabu (12/8/2026).

Dia menegaskan, siapa pun inisiatornya relokasi pabrik Tiongkok ke Madura ini perlu mengajak duduk bersama empat Pemkab yang ada di Madura. “Duduk bersama membicarakan ini. Pemetaan masing-masing wilayah bagaimana? Itu saya rasa lebih elok ketika bicara industrialisasi Madura. Tidak hanya melalui informasi di media, tapi duduk bersama, seperti apa konsepnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan Global News sebelumnya Pemerintah Kabupaten dan DPRD Sampang berharap investasi dari negeri China tersebut tidak hanya berpusat di satu titik, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi seluruh masyarakat Madura, termasuk Kabupaten Sampang. Wakil Bupati Sampang, H Ahmad Mahfudz menekankan pentingnya kesiapan masyarakat agar bisa mengambil manfaat dari masuknya investor asing itu.

“Saya masih belum mempelajarinya (relokasi industri Tiongkok) secara detail. Namun jika memang itu terjadi, semoga masyarakat Sampang dan Madura pada umumnya bisa siap sehingga bisa mendapatkan manfaat nyata dari hal tersebut,” kata Wabup Ahmad Mahfudz, Rabu  (12/8/2026).

Ia juga berharap hal tersebut bukan hanya sekadar membangun di Madura, tapi juga bisa berdampak sehingga Madura lebih maju. Lora Mahfudz, sapaan Wabup, mendorong pemerintah daerah dan perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal serta melibatkan UMKM Sampang dalam rantai pasok industri.

“Kami mendorong agar tenaga kerja lokal diprioritaskan dan UMKM Sampang dilibatkan dalam rantai pasok,” katanya.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sampang, Alan Kaisan, menilai investasi ini menjadi momentum penting untuk mendongkrak pembangunan sekaligus memperbaiki citra Madura di mata dunia usaha.

“Pada prinsipnya kami sangat bangga ketika ada informasi akan ada investasi yang akan masuk ke Madura. Selain memberikan dampak langsung terhadap roda pembangunan di Madura, juga akan membuka citra ke dunia luar bahwa Madura aman dan kondusif bagi investor yang ingin berinvestasi di Madura,” ungkapnya.

Menurut Alan, stigma negatif selama ini menjadi salah satu penghambat masuknya investasi ke Madura.
“Selama ini citra Madura di dunia industri kurang baik. Terkenal dengan premanisme dan lainnya. Mudah-mudahan rencana kerja sama industri di kawasan Madura yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok benar-benar terwujud,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alan menyebut, investasi ini berpotensi menekan kemiskinan dan pengangguran. Ia juga berharap dampaknya bisa masuk hingga ke Kabupaten Sampang.

“Selain akan mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran, yang pasti juga akan menjadi roda pembangunan bagi Madura. Syukur-syukur nanti bisa masuk ke Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Alan juga menyebut adanya informasi bahwa investor Tiongkok berencana berinvestasi di sektor pelabuhan di Kawasan Kecamatan Pangarengan.

“Harapan kami, pemerintah kabupaten menyambut rencana kawasan industri yang ada di Madura dengan hangat, serta menyiapkan segala kebutuhan bagi investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Sampang maupun Madura secara umum,” pungkasnya. (Roz/Sof)

baca juga :

Prancis Terbuka: Tekuk Rekan Senegara, Axelsen Juara Tunggal Putra

Redaksi Global News

Liga 1: Coach Aji Waspadai Kecerdikan Kawan Lama

3 Indonesia Ajak Pelanggan Bantu Tim Medis Lawan COVID-19

Redaksi Global News