Global-News.co.id
Madura Utama

Wabup dan DPRD Sampang Sambut Investasi Tiongkok: Dorong Manfaat Nyata dan Hapus Stigma

SAMPANG (Global-News.co.id) – Rencana relokasi pabrik Tiongkok ke Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten dan DPRD Sampang. Para pemangku kebijakan berharap investasi tersebut tidak hanya berpusat di satu titik, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi seluruh masyarakat Madura, termasuk Kabupaten Sampang.

Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz menekankan pentingnya kesiapan masyarakat agar bisa mengambil manfaat dari masuknya investor asing.

“Saya masih belum mempelajari apa itu secara detail. Namun jika memang itu terjadi, semoga masyarakat Sampang dan Madura pada umumnya bisa siap sehingga bisa mendapatkan manfaat nyata dari hal tersebut,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Ia juga berharap hal tersebut bukan hanya sekadar membangun di Madura, tapi juga bisa berdampak sehingga Madura lebih maju.

Lora Mahfudz, sapaan akrab Wabup, mendorong pemerintah daerah dan perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal serta melibatkan UMKM Sampang dalam rantai pasok industri.
“Kami mendorong agar tenaga kerja lokal diprioritaskan dan UMKM Sampang dilibatkan dalam rantai pasok,” katanya.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sampang, Alan Kaisan, menilai investasi ini menjadi momentum penting untuk mendongkrak pembangunan sekaligus memperbaiki citra Madura di mata dunia usaha.

“Pada prinsipnya kami sangat bangga ketika ada informasi akan ada investasi yang akan masuk ke Madura. Selain memberikan dampak langsung terhadap roda pembangunan di Madura, juga akan membuka citra ke dunia luar bahwa Madura aman dan kondusif bagi investor yang ingin berinvestasi di Madura,” ungkapnya.
Menurut Alan, stigma negatif selama ini menjadi salah satu penghambat masuknya investasi.

“Selama ini citra Madura di dunia industri kurang baik. Terkenal dengan premanisme dan lainnya. Mudah-mudahan rencana kerja sama industri di kawasan Madura yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok benar-benar terwujud,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alan menyebut investasi ini berpotensi menekan kemiskinan dan pengangguran. Ia juga berharap dampaknya bisa masuk hingga ke Kabupaten Sampang.

“Selain akan mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran, yang pasti juga akan menjadi roda pembangunan bagi Madura. Syukur-syukur nanti bisa masuk ke Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Alan juga menyebut adanya informasi bahwa investor Tiongkok berencana berinvestasi di sektor pelabuhan di Kawasan Kecamatan Pangarengan.

“Harapan kami, pemerintah kabupaten menyambut rencana kawasan industri yang ada di Madura dengan hangat, serta menyiapkan segala kebutuhan bagi investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Sampang maupun Madura secara umum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kerja sama tersebut mencakup MoU antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance dengan Wiraraja Madura Industrial Estate.

Beberapa klaster industri yang akan dikembangkan di antaranya cokelat, matras, tekstil, benang, dan manufaktur padat karya. Pemkab dan DPRD Sampang menyatakan siap mengawal proses investasi agar berjalan transparan, taat aturan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Sof)

baca juga :

Kondisi Ekonomi Pulih, PLN Berhasil Dorong Konsumsi Listrik

Redaksi Global News

Pemkab Apresiasi Positif Kegiatan Sosial yang Digelar PWI Sidoarjo

gas

Padukan Emas 800m Surface, Atlet Jatim Perkasa di Selam Kolam

Redaksi Global News