Global-News.co.id
Mataraman Utama Webtorial

Pemdes Tambakmas Kebonsari Madiun Optimalkan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

Kepala Desa Tambakmas Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, Sugeng Wibowo, saat meninjau pembangunan saluran drainase/irigasi.
Kepala Desa Tambakmas Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, Sugeng Wibowo, saat meninjau pembangunan saluran drainase/irigasi.

MADIUN (global-news.co.id)- Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakmas Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun telah mengoptimalkan Dana Desa (DD) tahun 2024 untuk pembangunan infrastruktur yakni saluran drainase/irigasi yang berada di RT 16 RW 02.

Kepala Desa Tambakmas, Sugeng Wibowo mengungkapkan pemerataan pembangunan fisik menjadi prioritas bagi Pemerintah Desa Tambakmas. Pembangunan yang didasarkan pada usulan masyarakat tersebut dapat menyentuh seluruh sektor kehidupan masyarakat.

“Pembangunan yang dilaksanakan telah melalui proses dan mekanisme yang ada. Semua berdasar usulan dengan skala prioritas. Termasuk pembangunan saluran irigasi.” ungkap Sugeng.

Dikatakan, tujuan pembangunan saluran irigasi selain untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan jalan yang disebabkan genangan air ketika hujan juga untuk memperlancar aliran air dari Daerah Irigasi (DI) Dupok ke areal persawahan.

“Jadi fungsi utama adalah untuk memperlancar saluran air dari DI Dupok ke areal persawahan,”katanya.

Pembangunan saluran irigasi di Desa Tambakmas.

Dia berharap dengan adanya pembangunan irigasi tersebut, kebutuhan petani akan air tercukupi. Sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian di Desa Tambakmas. Dia juga berpesan hendaknya masyarakat peduli untuk merawat dan mengelola saluran irigasi tersebut.

“Bangunan tersebut hendaknya dipelihara dengan baik. Juga infrastrutur lainnya yang telah dibangun oleh pemerintah,” harapnya.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Warsito, menjelaskan, pembangunan irigasi yang dilaksanakan di RT 16/RW 02 itu menggunakan Dimensi Pasangan Batu dengan volume Panjang : 88 meter, Lebar 0,90 meter, Tinggi 0,70 meter. Adapun anggarannya sebesar Rp 67.105.000,- yang bersumber dari Dana Desa (DD).

“ Untuk pekerja, kami melibatkan masyarakat. Tujuannya, selain bekerja dapat upah, mereka dapat mengawasi jalannya pembangunan,” pungkas Warsito. (her)

 

baca juga :

Siap Hadapi Pesut Etam, Persib Tak Diuntungkan Kekosongan Pelatih di Borneo FC

Redaksi Global News

Jonan Usulkan Kemensos Tangani Penyaluran Subsidi Elpiji Melon

Dewan Pers Sayangkan Dua Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo Tidak Ditahan

Redaksi Global News