Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Jelang Arus Mudik, Konsumsi Avtur Diperkirakan Naik 2,6%

Pejabat Sementara Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Denny Sukendar dalam konferensi pers kesiapan Satgas Ramadan Idul Fitri 2024 Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Senin (1/4/2024) petang.

SURABAYA (global-news.co.id) – Konsumsi Avtur untuk penerbangan jelang arus mudik Idul Fitri 2024 diperkirakan naik sebesar 2,6% dari rerata normal harian 2.868 kilo liter seiring dengan frekuensi penerbangan yang meningkat dengan proyeksi peak penerbangan arus mudik mulai Jumat, 5 April 2024.

Angka tersebut didapat Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus setelah melakukan serangkaian proyeksi & kalkulasi terhadap konsumsi BBM pada masa Ramadan hingga arus mudik dan balik dibandingkan dengan konsumsi normal pada Januari 2024 di Wilayah Jatimbalinus.

“Puncak arus mudik kami perkirakan terjadi pada 5 April, konsumsi Avtur naik 15% dan arus balik diperkirakan terjadi pada 15 April konsumsinya naik 11%,” kata Pejabat Sementara Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Denny Sukendar dalam konferensi pers kesiapan Satgas Ramadan Idul Fitri 2024 Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Senin (1/4/2024) petang.

Dijelaskan Densu – panggilan karibnya – untuk sektor transportasi ,
BBM jenis Gasoline (bensin) terdapat kenaikan konsumsi sebesar 11,8% dari rerata normal harian 18.225 kilo liter per hari . Untuk Gasoil (diesel) turun sebesar -14,8% dari rerata normal harian 8.087 kilo liter per hari .

Untuk konsumsi BBM Kereta Api (KAI), baik untuk kereta penumpang ataupun non penumpang, diprediksi mengalami kenaikan sebesar 31% (menjadi 214 kL) dari rerata normal harian 163 kilo liter, sedangkan untuk angkutan via laut naik sebesar 38% dari rerata normal harian 525 kilo liter .

Untuk sektor domestik rumah tangga, kenaikan konsumsi LPG diprediksi meningkat sebesar 5,3% dari konsumsi normal harian 5.920 Metrik Ton per hari. Terdiri dari LPG 3 kg naik sebesar 5% dari konsumsi normal 5.745 Metrik Ton per hari dan LPG non subsidi naik 12,6% dari konsumsi normal harian 175 Metrik Ton per hari.

Atas dasar tersebut Pertamina melakukan penebalan stok sampai dengan 5-15% untuk BBM dan LPG di storage yang tersebar di seluruh Jatimbalinus mulai dari tempat penyimpanan hingga lembaga penyalur yang melayani konsumen dengan tetap selektif memperhatikan peningkatan konsumsi harian.

Dijelaskan Densu, Pertamina melakukan kinerja ekstra dengan membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri mulai 25 Maret – 21 April 2024 yang akan memonitor secara ekstra untuk menjamin distribusi kesiapsiagaan seluruh lembaga penyalur baik BBM maupun LPG serta keadaan khusus / emergency lainnya yang dapat mengganggu kelancaran distribusi.

Dalam mendukung kelancaran perjalanan selama periode Pertamina Siaga, pihaknya menambah layanan berupa 100 Motorist Pertamina Delivery Service dan 15 Kantong BBM berbentuk Mobil Tanki (Mobile Storage) se-Jatimbalinus yang akan siaga pada titik-titik rawan kemacetan, bencana dan konsentrasi pemudik serta destinasi wisata utama di Jatimbalinus. Kedua layanan tersebut untuk memangkas jarak supply dan mendekatkan energi ke konsumen.

Selain itu itu juga menambah 15 Kiosk Modular Dispenser (Dispenser BBM Portable) untuk titik Rest Area yang tidak memiliki SPBU dan ditempatkan di beberapa SPBU existing guna memecah antrean. “ Kami juga menambah jam operasional lembaga penyalur atau disebut dengan SPBU Siaga sebanyak 642 SPBU dengan jumlah 13 SPBU Reguler di Jalur Tol dan 629 SPBU di Jalur Non Tol dan 903 Agen LPG Siaga di Jalur Non Tol,” katanya.

Sementara Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi, menjelaskan pihaknya telah melakukan proyeksi, antisipasi, dan langkah-langkah mitigasi periode Ramadan dan Idul Fitri 1445 H .

Di antaranya melakukan penebalan stok BBM dan LPG melalui frekuensi yang ditambah selama masa Satgas Rafi 25 Maret-21 April 2024. Pertamina juga melakukan penyiapan alternatif jika ada kendala bencana.

Lalu berkoordinasi aktif dengan pihak terkait baik aparat penegak hukum maupun badan-badan lainnya yang membidangi. “Masyarakat tak perlu merasa khawatir, stok BBM dan LPG selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2024 aman,” katanya.

Sementara itu, Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Teddy Bariadi, menuturkan telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi jika terjadi cuaca buruk yang menghambat suplai BBM dan LPG di Bali.

Langkah-langkah yang dilakukan di antaranya memaksimalkan stok energi dan memaksimalkan akses atau kemudahan dari mitra melalui beberapa mekanisme seperti, kredit untuk lembaga penyalur. “Kami juga mengantisipasi beberapa hal yang sifatnya mungkin rutin, misalnya kapal. Jumlah kapal normalnya 13 lalu kami tambah kapal 1 kapal satgas. Sehingga opsi-opsi tersebut memungkinkan kita apabila kapal terkendala lalu kapal lain bisa memback up-nya sambil menunggu cuaca atau situasi lebih baik,” terangnya.

Di samping itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan BPBD wilayah setempat terkait titik-titik rawan bencana. Seperti longsor, jembatan putus hingga banjir bandang. (tis)

baca juga :

Dispendik Surabaya Siapkan Modul Pendidikan Keremajaan Putri

Bedah Plastik Termasuk Penyumbang Terbesar Larinya Devisa ke LN

Redaksi Global News

Tarif Tol Surabaya-Mojokerto Naik Mulai 3 Januari 2020

Redaksi Global News