Global-News.co.id
Kesehatan Utama

SUB PIN Polio Putaran ke-2, Kadinkes Imbau Anak Usia 0-7 Tahun Dibawa ke Pos Imunisasi Terdekat

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI, FINASIM

SURABAYA (global-news.co.id) – Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio putaran kedua digelar secara serentak di seluruh wilayah Jawa Timur. Sub PIN putaran kedua yang dilaksanakan 19-25 Februari ini merupakan wujud upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular,khususnya polio.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI, FINASIM, menjelaskan, Sub PIN Polio dilaksanakan dengan memberikan imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) kepada seluruh sasaran, anak usia 0-7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Dari pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran kedua, per tanggal 19 Februari sebanyak 1.228.912 anak (27,69%) sudah diimunisasi. Total sasaran anak usia 0-7 tahun di 38 kabupaten/kota di Jatim berjumlah 4.437.679 anak.

“Bagi masyarakat yang memiliki anak usia 0-7 tahun, segera bawa anaknya ke posyandu, puskesmas, dan pos imunisasi terdekat lainnya untuk mendapatkan imunisasi tetes polio,” ujar Kadinkes dalam rilisnya Selasa (20/2/2024).

Sub PIN Polio sendiri dilaksanakan sebanyak 2 putaran. Putaran pertama telah dilaksanakan 15 – 21 Januari 2024 dengan capaian sebanyak 4.700.636 anak (105,93%) dari jumlah sasaran anak usia 0-7 tahun sebanyak 4.437.679 anak.

Erwin menjelaskan, polio merupakan salah satu penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Jika virus polio masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapatkan imunisasi polio atau imunisasi polionya tidak lengkap, virus akan sangat mudah berkembang biak di dalam saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Selain imunisasi, perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci penting dalam pencegahan penularan polio di masyarakat, mengingat cara penularan virus polio ini adalah melalui fecal oral.

“Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti buang air besar (BAB) di jamban dengan septic tank, membuang sampah popok bayi di tempat sampah dan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air merupakan hal penting yang harus kita lakukan untuk mencegah penularan virus polio ini.” ujarnya.

Masa Inkubasi virus polio sekitar 3 – 6 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7 – 21 hari. Gejalanya berupa demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai. “Jika menemui gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” imbau Prof Erwin.

Untuk menyukseskan Sub PIN di Jawa Timur, sebagai upaya penanggulangan KLB Polio cVDPV2, Dinkes Jatim melakukan rapat koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan Sub PIN dengan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jawa Timur dan Mitra Kesehatan (Tim Penggerak PKK, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisiyah, Nasiyatul Aisiyah) Kab/kota se-Jawa Timur, dan KOMDA KIPI 38 Kab/kota, serta mengirimkan logistik vaksin polio ke seluruh 38 kabupaten/ kota se Jawa Timur.

“Dengan kolaborasi dan sinergi dari semua stakeholder terkait, kami berharap Sub PIN Polio putaran kedua bisa berjalan dengan baik. Semua anak usia 0-7 tahun divaksinasi sehingga meningkatkan derajat kesehatannya,” pungkas Prof Erwin. (ret)

baca juga :

Bila Agresi ke Jalur Gaza Berlanjut, Houthi Yaman Ancam Gempur Israel

Redaksi Global News

Lantik Dua Kades PAW, Bupati Baddrut Tamam Ajak Jadi Pemimpin Bukan Penguasa

gas

Semburan Lumpur Bojonegoro Keluarkan Gas Beracun, Tapi Tak Berbahaya

Redaksi Global News