Global-News.co.id
Madura Politik Utama

Prof Marwiyah : “Taretan Dhibik, Orang Madura Bangga Jika Mahfud Jadi Wapres”

Prof Marwiyah berdiri acungkan tiga jari ditengah ribuan muslimat Pamekasan.
Prof Marwiyah berdiri acungkan tiga jari di tengah ribuan Muslimat Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Keluarga besar Prof Dr Mahfud MD, Kamis (8/2/2024) menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj dan doa bersama untuk kemenangan pasangan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud dalam Pilpres 24 Februari 2024 mendatang. Kegiatan ini digelar di halaman rumah ibunda Mahfud Jalan Dirgahayu Pamekasan.

Ribuan kaum muslimin dan muslimat di kawasan kota Pamekasan menghadiri kegiatan tersebut. Bahkan ada yang berasal dari kecamatan lain, misalnya, kecamatan Proppo dan Pegantenan. Selain itu juga hadir anggota keluarga besar Mahfud, baik yang dari dalam maupun Pamekasan.

Ceramah dan doa bersama dipimpin oleh KH Rancung Hellis MPd. Mahfud sendiri tidak bisa hadir dalam acara tersebut karena menghadiri kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Banyuwangi. Dalam acara tersebut sambutan dari keluarga diwakili Prof Dr Hj Siti Marwiyah, adik kandung Mahfud MD yang juga Rektor Unitomo Surabaya.

Prof Marwiyah mengatakan Mahfud adalah satu-satunya Cawapres asli Pamekasan Madura. Selaku perwakilan keluarga Marwiyah meminta doa restu dari masyarakat Pamekasan semoga Mahfud MD selalu mendapat dukungan dari masyarakat Pamekasan.

“Intinya nanti pada pelaksanaan Pemilu 14 Februari mendatang. Semoga Pak Mahfud ini hadir di hati panjenengan dan nanti di tanggal 14 hadir ke TPS untuk milih pasangan No 3 Ganjar-Mahfud,” pintanya.

Dia mengungkapkan ada beberapa alasan mengapa harus memilih pasangan Ganjar-Mahfud. Pertama karena Mahfud MD adalah saudara sendiri.

“Pak Mahfud taretan dhibik, settong dere. Kalau di Madura ada Cawapres, panjenengan seneng, bangga, sehingga orang Madura punya Wapres. Insya Allah bersama-sama karena kerjasama dari taretan yang ada di Madura bersatu menentukan pilihan di tanggal 14 ke pasangan Nomor urut 3,” katanya.

Kedua, lanjutnya, Prof Mahfud punya rekam jejak yang bagus selama menjadi pejabat, mulai jadi dosen, gelar profesor diraih usia muda 40 tahun. Prestasi akademiknya bagus sejak dari sekolah SD dan seterusnya. Dan ketika menjadi pejabat mulai sejak Menteri Pertahanan, dia meninggalkan jejak bagus.

“Tidak ada rekam jejaknya yang bisa akalentong (dikerangkeng, red) sehingga membuat Prof tidak bisa bergerak. Tapi beliau selesai dengan baik, lalu beliau jadi anggota DPR RI juga meninggalkan jejak yang bagus, “ paparnya.

Bahkan ketika menjadi Ketua MK, kata Marwiyah, kakak kandungnya itu berhasil membawa MK masuk dalam ranking 10 MK terbaik dunia, dari 280 lebih Mahkamah Konstitusi di seluruh dunia. Saat menjadi Menko Polhukam, Prof Mahfud juga beda dengan Menko Polhukam sebelumnya.

“Dia banyak menuntaskan kasus yang tidak diselesaikan oleh Menko Polhukam sebelumnya. Prof Mahfud berhasil mengembalikan Rp 600 Triliun lebih uang negara yang dibawa koruptor,” ungkapnya.

Program menarik dari pasangan Ganjar-Mahfud, kata Marwiyah, adalah internet gratis. Kedua, ada program satu keluarga satu sarjana (SKSS). Lalu sekolah SMK gratis dan siswa yang sekolah mendapatkan gaji, dari hasil kerjasama dengan industri.

“Kesejahteraan masyarakat tercapai kalau tingkat pendidikan masyarakat bagus, karena jika pendidikan masyarakat bagus, akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, taraf hidupnya meningkat, berarti kesejahteraan meningkat,” paparnya.

Target lain Ganjar-Mahfud, kata Marwiyah, tidak boleh ada korupsi. Dengan begitu uang negara bisa digunakan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. “Ganjar dua periode menjadi Gubernur Jateng dan selama itu Pak Ganjar bisa membuktikan itu. Jadi apa yang ada dalam program Ganjar-Mahfud semua berdasarkan pengalaman,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Piala Dunia 2022: Argentina Sua Belanda di Perempatfinal Usai Tekuk Australia

Redaksi Global News

Komisi B DPRD Jatim Minta Dinas Peternakan Gercep Tangani Penyakit Lato-lato pada Sapi

gas

Titik Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, KM Basudewa Merapat Bawa Alat Khusus

Redaksi Global News