Global-News.co.id
Utama Webtorial

Tingkatkan Produksi Pertanian, Dinas PUPR Kab. Madiun Bantu Infrastruktur Irigasi Sumur Dalam

Satu unit bantuan bangunan Submer Sibel di Poktan Setyo Luhur Desa Bakur Kec. Sawahan Kab. Madiun.
Satu unit bantuan bangunan Submer Sibel di Poktan Setyo Luhur Desa Bakur Kec. Sawahan Kab. Madiun.

MADIUN (global-news.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menggelontorkan bantuan infrastruktur pertanian berupa Pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Tanah ke sejumlah kelompok tani di Kabupaten Madiun. Hal ini untuk membantu masyarakat petani dalam pengelolaan dan peningkatkan produksi pertanian.

Kepala Dinas PUPR Kab. Madiun melalui Kabid. Sumber Daya Air (SDA), Maskuri Yatim, menjelaskan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada petani. Tujuannya, agar para petani semakin bersemangat dalam mengelola pertanian. Selain itu, air merupakan kebutuhan yang sangat vital, lebih-lebih bila musin kemarau, keberadaan air sangat dibutuhkan masyarakat.

” Dengan bantuan tersebut, sektor pertanian di Kabupaten Madiun semakin maju dan meningkat. Serta muara akhirnya kesejahteraan masyarakat akan terwujud,” jelas Maskuri.

Dikatakan, ada beberapa titik bantuan pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Tanah Dalam. Salah satunya diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan) Setyo Luhur Desa Bakur Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun.

“Bantuan tersebut berupa bangunan gedung dan satu unit Submer Sibel dengan tenaga penggerak dinamo diesel,” lanjutnya.

Dia berpesan hendaknya masyarakat (penerima manfaat) khususnya kelompok tani dapat memelihara dengan baik.

“Dengan pemeliharaan yang baik maka sumur akan berfungsi dan bertahan lama,” harapnya.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Setyo Luhur Desa Bakur Kec. Sawahan, Ivan Fahrudin selaku penerima manfaat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Madiun atas perhatiannya kepada masyarakat petani.

“ Alhamdulillah, terima kasih pada Pemerintah Kabupaten Madiun atas perhatian dan bantuan sumur yang diberikan kepada kelompok kami. Hal ini akan sangat membantu petani,” ucap Ivan.

Dikatakan, dengan adanya bantuan tersebut, irigasi yang ada di kelompoknya semakin lancar dan tercukupi. Sebelum ada bantuan, petani menggunakan sumur biasa (patok) yang debit airnya sedikit. Dan penggunaannya membutuhkan waktu cukup lama untuk mengairi sawah seluas 37, 25 hektare. Selain itu, biaya bahan bakar solarnya juga besar.

“ Dengan adanya bantuan tersebut, nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan air dan mengurangi beban biaya produksi,” katanya.

Ke depan, dia akan memusyawarahkan dengan anggota kelompok terkait pengelolaan sumur bantuan tersebut. Khususnya aturan pengelolaan dan penggunaan sumur bantuan. Semisal berapa tarif apabila menggunakan air dari sumur tersebut. Juga petugas yang mengoperasionalkan.

“Anggota Poktan Setyo Luhur sebanyak 122 orang sehingga perlu adanya musyawarah terkait sistem pengelolaannya,” pungkasnya. (her)

baca juga :

Pandemi COVID-19 Belum Tuntas, Pemotongan Gaji Anggota Dewan Jatim Kembali Dilakukan

Kunjungi Peternakan Lamongan, Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Penuhi Kriteria ASUH

Redaksi Global News

Hari Perempuan Internasional, Accor Ajak Perempuan Bergaya Hidup Sehat

Redaksi Global News