Global-News.co.id
Madura Utama

Miliki 17 Hektare Lahan, Setelah Jadi UIN Kampus IAIN Madura Akan Tersebar di Berbagai Titik Strategis

Rektor IAIN Madura Dr Syaiful Hadi
PAMEKASAN (global-news.co.id)  –Proses transformasi IAIN Madura menuju UIN Madura terus berjalan dinamis. Terakhir IAIN Madura telah menyampaikan progres report persyaratan administrastif dan luas lahan yang jadi pensyaratan untuk menjadi sebuah universitas.
Janji Bupati Pamekasan Baddrut Tamam untuk membantu lahan 12 hektare telah dipenuhi. Bahkan lahan tersebut ada di sejumlah titik strategis. Hingga kini total luas lahan  yang dimiliki IAIN mencapai 17 hektare. Setelah menjadi UIN, kampus akan tersebar di sejumlah titik strategis itu, sehingga bermanfaat bagi ekselerasi perekonomian masyarakat.
“Kami IAIN Madura tinggal  melengkapi persyaratan administratif sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Badan Pertanahan Nasional yang ada di Pamekasan untuk proses alih kepemilkannya,” kata Rektor IAIN Madura Dr Syaiful Hadi, Rabu (31/5/2023).
Syaiful Hadi berharap setelah persyaratan administratif dipenuhi dan disampaikan kepada BPN, percepatan proses menuju UIN Madura ini cepat terselesaikan. Akta tanah yang sudah dihibahkan oleh Pemkab Pamekasan, diharap cepat dibaliknamakan menjadi hak penggunaan IAIN Madura.
Hingga kini, kata dia, sesuai dengan  informasi yang disampaikan Biro Ortala Kemenang RI, bahwa IAIN Madura bersama IAIN Metro sedang ditunggu oleh Biro Ortala oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam dan Kasubdit Kelembagaan Kementerian agama RI.
Semua komponen terkait alih status menuju UIN Madura, kata Syaiful Hadi, sudah selesai, baik itu terkait dengan sarana, aspek akademis, termasuk program studi,  kualifikasi akreditasi, dosen dan guru besar sudah tercukupi semuanya.
“Kita hari ini akan punya enam orang guru besar, yang itu lahir dari bumi IAIN Madura sendiri, jumlah mahasiswa sudah terpenuhi. Sudah sesuai dengan apa yang disampaikan pada saat visitasi Kemenang RI beberapa waktu lalu,” jelasnya.
”Setelah akta selesai, IAIN Madura tinggal menyampaikan bukti luas lahan, akta tanah hibah Pemda Pamekasan  menjadi milik Kementerian Agama, setelah itu Biro Ortala Kementerian Agama mengantarkan proposal IAIN Madura untuk diproses di Kemenpan RB,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Penanganan Banjir di Surabaya: Komisi C DPRD Beri Tiga Catatan Penting

Redaksi Global News

Gubernur Jatim Minta Full Day School Ditunda

Liga 1: Gabung Tim, Kiper Ernando Latihan Terpisah

Redaksi Global News