Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Soal Barikade ‘Surabaya Vaganza’, Pemkot Sebut Bukan Batasi Warga dengan Pejabat

Soal Barikade ‘Surabaya Vaganza’, Pemkot menyebut bukan batasi warga dengan pejabat

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan pemasangan barikade (pembatas) dalam kegiatan Parade Bunga dan Budaya atau dikenal Surabaya Vaganza, Sabtu (27/5/2023), bukan untuk membatasi warga dengan pejabat.

“Pemasangan barikade bertujuan untuk memberikan ruang supaya hasil karya peserta bisa dinikmati secara bersama-sama,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M. Fikser, Jumat (26/5/2023).

Menurut dia, saat kegiatan berlangsung di dalamnya tidak ada petugas. “Jadi petugas akan bergeser ke luar barikade. Petugas akan berada di sepanjang luar barikade itu,” kata M Fikser.

Ia menambahkan, pemasangan barikade sebetulnya sejak dahulu telah dilakukan dalam berbagai kegiatan termasuk Surabaya Vaganza.

“Jadi dahulu di titik-titik yang tidak ada barikade itu tidak bisa dinikmati karena warga berjubel. Dahulu kita juga banyak menemukan persoalan di sana yang tidak dimuat di media. Ada yang pingsan, ada anak terpisah dengan ibunya. Jadi nanti kami coba atur lebih baik, sehingga warga tidak berkumpul hanya satu titik dan bisa merata,” ujarnya.

Hal sama juga dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti.

Dia menjelaskan, pemasangan barikade bertujuan agar seluruh warga yang hadir bisa menikmati bersama. Sekaligus pula supaya pelaksanaan parade bisa berjalan dengan tertib dan lancar.

“Jadi kami tata pengamanan dengan semanusiawi mungkin. Pemasangan barikade itu supaya bisa tertib, sehingga warga yang datang, baik anak-anak atau sudah sepuh, tidak bercampur baur sehingga terkontrol,” kata Irna.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, pihaknya juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait yakni, Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemadam Kebakaran hingga Dinas Kesehatan.

“Akan ada 15 titik penyekatan dan 23 titik untuk pengamanan untuk mengatur jalur warga,” ujar dia.

Irna membeberkan 15 titik lokasi penyekatan tersebut di antaranya, Jalan Genteng Kali, Jalan Tunjungan, Jalan Praban Sisi Barat, Jalan Tanjung Anom, Jalan Genteng Besar, Jalan Kenari, U-Turn Embong Malang, U-Turn Gubernur Suryo, Taman Apsari Sisi Barat, Kantor Pos Taman Apsari, Air Mancur Alun-alun, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pahlawan serta Jalan Kramat Gantung.

“Jadi nanti akan dipasang barikade tapi tetap ada di tikungan tertentu yang tidak ada barikadenya untuk akses warga dan itu sebagai fungsi kontrol. Intinya tidak membuat warga terkumpul di (satu titik) sisi luar,” kata Irna. (pur)

baca juga :

Pemprov Jatim Raih Peringkat Satu Penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik Penerapan SPM dari Kemendagri

Bambang DH Terpilih sebagai Ketum IKA Unesa 2024-2029

Redaksi Global News

Jeda Kompetisi, Arema FC Beri Program Latihan Unik

Redaksi Global News