Global-News.co.id
Metro Raya Nasional Utama

Legislator Sarankan Pengelolaan Air Mandiri di Kota Surabaya dengar Suara Mayoritas

Salah satu sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

SURABAYA (global-news.co.id) – Legislator menyarankan untuk rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya mengambil alih pengelolaan air mandiri oleh swasta di sejumlah perumahan mewah agar mendengarkan suara mayoritas warga.

“Saran saya sebaiknya mendengarkan suara mayoritas warga, apakah setuju atau tidak,” kata Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Surabaya, Josiah Michael, Selasa (2/8/2022).

Menurut dia, berdasarkan hasil survei yang dilakukan timnya di perumahan Citraland dan Graha Family, sebanyak 89 persen warga setempat menolak dan 11 persen setuju.

Survei tersebut dilakukan pada awal Juli 2022 dengan sample 691 dari 11.000 warga di dua perumahan dan margin of error 3,61 persen dengan confidence level 95 persen.

Josiah sebaliknya malah bertanya, apakah rencana tersebut menjadi sarana PDAM untuk membuang distribusi air Umbulan, Pasuruan karena mereka kewalahan dengan target pembelian yang harus dicapai.

“Karena harganya yang agak tinggi sehingga PDAM kesulitan jika hanya menjual ke warga. Jadi salah satu cara mereka harus menjual ke warga Citraland yang tentu dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Josiah yang juga warga Citraland.

Mengenai pasal 33 ayat 3 UUD 1945 berbunyi bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di bawahnya dikuasai oleh negara, Josiah mengatakan, UUD 1945 itu implementasi ada pada UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang memungkinkan swasta untuk mengelola.

“Kalau pola pikirnya seperti itu, ya, bukan hanya pengelolaan air minum yang didistribusikan, tetapi air minum dalam kemasan juga tidak boleh,” kata dia.

Saat ditanya, mengapa sangat getol membela developer dengan menentang pengelolaan air bersih di kedua perumahan itu diambil-alih oleh PDAM, Josiah menjelaskan, dirinya membela kepentingan mayoritas warga Citraland dan Graha Family yang menolak.

“Saya ini sebelum tinggal di Citraland juga pernah tinggal di beberapa wilayah lain di Surabaya yang mana airnya dikelola oleh PDAM. Jadi saya tahu betul beda kualitas air dan kualitas layanannya,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, di wilayah sekitar Citraland saja banyak yang tidak beres layanannya baik itu tekanan air kecil bahkan sering mati. “Lebih baik diurus dulu yang di sekeliling komplek itu supaya baik. Jangan ngurusin yang sudah baik,” ujar dia.

Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya, Arief Wisnu Cahyono, sebelumnya mengatakan, PDAM saat ini sudah mampu mengelola sumber daya air untuk didistribusikan ke seluruh warga di Surabaya. “Ini salah satu target kami dalam waktu dekat ini,” ujar dia.

Meski demikian, kata dia, PDAM selama ini telah bekerja sama dengan Citraland dengan memasok rata-rata 75 juta liter air (setara 30 liter per detik) dari sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan, Pasuruan, setiap bulan di perumahan Citraland.

“Setara sekitar 25 persen dari total kebutuhan seluruh warga Citraland. Adapun air yang dipasok berasal SPAM Umbulan,” kata dia.

Selain memasok sebagian warga perumahan Citraland, lanjut dia, juga masuk ke jaringan perpipaan Kota Surabaya atau bercampur dengan produksi dari unit pengolahan Karangpilang. (pur)

baca juga :

Menjadi Sentra Porang, Desa Klino Rintis Agrowisata

Redaksi Global News

Perpanjang Tren Positif, Borneo FC Hempaskan Persipura

Redaksi Global News

Persib Masih On The Track, Tertatih-tatih ke Jalur Kemenangan

Redaksi Global News