Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Dukung Industri Manufaktur Nasional, Pelumas Pertamina Miliki TKND Tinggi

VP Domestic Utomo Industry PTPL Nugroho Setyo (kiri) menjelaskan soal produk pelumas Pertamina dalam gelaran Manufacturing 2022, Rabu (13/7/2022).

SURABAYA (global-news.co.id)  – PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan Sub Holding Commercial & Trading Pertamina, yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri baik secara domestik dan internasional terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor industri manufaktur di Tanah Air.

PTPL menghadirkan produk-produk pelumas unggulan karya anak bangsa yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKND). PTPL telah menyertifikasi sebanyak 128 produk pelumas dengan nilai kandungan melebihi dari 40% dan dengan total rata-rata TKDN di atas 70% untuk produk pelumas segmen otomotif dan industri.

VP Domestic Utomo Industry PTPL Nugroho Setyo menambahkan, bahwa dengan TKDN yang tinggi, produk pelumas Pertamina mampu bersaing secara kompetitif di pasar dan memiliki daya saing yang tinggi di industri nasional. “Kami juga mendukung program pemerintah dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan terus menyuplai pelumas untuk segmen industri di sektor-sektor strategis di Indonesia,” katanya kepada media saat ditemui di sela pameran “Manufacturing Surabaya 2022: The 16th International Manufacturing Machinery, Equipment, Materials and Services Exhibition” yang diselenggarakan di Grand City Convention & Exhibition Centre Surabaya, Rabu (13/7/2022).

Dijelaskan Nugroho, PTPL hadir dengan beragam produk-produk pelumas Pertamina berkualitas tinggi yang digunakan pada equipment atau mesin-mesin di proses manufaktur yang mampu mendukung kinerja operasional  dan mendorong efisiensi dengan sistem pelumasan yang tepat. Produk Pelumas Pertamina seperti Meditran SX Plus, Rored Series, Turalik, Food Grade Series, Gear Oil Series, dan Maxcool Series (Metal working fluid) merupakan beberapa brand produk Pelumas unggulan untuk segmen industri manufaktur.

Dia mengatakan gejolak dan perkembangan ekonomi dunia terutama terkait volatilitas harga komoditas dan energi memberi dampak pada perkembangan Industri manufaktur dan ini merupakan tantangan bagi PTPL dan Pertamina Group secara keseluruhan.

Melalui kematangan inovasi serta riset dan pengembangan produk berkelas dunia, PTPL menjamin kualitas produk pelumas terbaik yang ditopang dengan ketahanan supply, harga yang kompetitif serta dukungan after sales service penuh terhadap maintenance dan solusi pelumasan.

“Kami PTPL berkomitmen untuk menjadi partner bisnis yang mampu berkontribusi terhadap manajemen pelumasan yang tepat untuk mendukung kinerja dan performa operasional guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan bagi konsumen,” kata Nugroho.

Selain kualitas produk yang terjamin, PTPL juga berkomitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan dengan mengimplementasikan proses bisnis yang hijau dan berkelanjutan bagi seluruh stakeholders. Penerapan kebijakan Green Company dalam seluruh proses bisnis yang dimulai dari proses produksi, distribusi hingga produk sampai ke konsumen juga merupakan komitmen dari PTPL.

“Kami turut bersinergi dengan masyarakat, berbagai komunitas dan UMKM di mana kami beroperasi untuk menciptakan nilai tambah melalui program-program entrepreneurship perbengkelan dan program berbasis Creating Shared Value,” jelas Nugroho.

Dari sisi internal, PTPL terus beradaptasi untuk memperkuat bisnis prosesnya dengan penerapan proses end-to-end digitalization di seluruh lini bisnisnya mulai produksi, distribusi, dan pemasaran, termasuk hadirnya aplikasi POWER (Pertamina Owner & Mechanic Reward) yang membantu proses pembelian, pembiayaan dan promo bagi para mekanik.

PTPL juga membantu partner bisnis lokal melalui penerapan digitalisasi Integrated Supply Chain lewat 3 proses yakni  Distribution Management System, Product Digitalization Manager, dan Warehouse Management System.

Percepatan Pemulihan Ekonomi
Gelaran Manufacturing Surabaya 2022 dibuka oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Kadisperindag Jatim Drajat Irawan. Emil Dardak menyampaikan bahwa Pemprov Jatim kini berfokus pada percepatan pemulihan ekonomi dengan pembangunan infrastruktur daerah sebagai faktor utama yang mendukung mobilisasi dan sinergi berbagai sektor industri di Jatim.

“Industri manufaktur adalah sektor yang tengah dibangun Pemprov Jatim sebagai upaya menggenjot kembali perekonomian di Jatim,” kata Wagub yang menjabat Plt Gubernur Jatim ini.

Dijelaskannya pertumbuhan ekonomi tak lepas dari peran krusial pemerintah daerah dalam memajukan industri dan sektor manufaktur lokal. Di mana industri di Jatim yang bermuatan lokal kini memiliki pasarnya sendiri baik di dalam dan luar negeri. Untuk itu pemerintah terus berupaya membangun, mendorong sektor ini agar semakin memiliki daya saing, kemandirian, inklusivitas untuk memulihkan ekonomi Jatim. terlebih mengingat kondisi pelonggaran PPKM yang semakin meningkatkan produktivitas industri.

“Kami terus mengupayakan agar industri lokal menjadi kunci pertumbuhan ekonomi negara. Bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Pemprov Jatim menindaklanjuti wilayah-wilayah potensial untuk menjadi Desa Devisa. Desa Devisa adalah program besutan LPEI untuk pengembangan produk UKM-IKM yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan perluasan pasar. Kami terus mendukung pertumbuhan industri manufaktur di Jatim. Dengan adanya pameran manufaktur seperti ini diharapkan akan menjadi jembatan yang menghubungkan dan mewadahi berbagai bidang industri di Jatim,” katanya.

Sementara itu Events Director  PT Pamerindo Lia Indriasari  menjelaskan Manufacturing Surabaya 2022 merupakan wujud komitmen Pamerindo Indonesia untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri lokal, khususnya Jatim sebagai lead ekspor industri manufaktur. “Kami harap pameran ini dapat mendorong pertumbuhan industri lokal di tengah upaya resiliensi pasca pandemi serta mendung penguatan daya saing sektor manufaktur lokal,” katanya.

Manufacturing 2022 yang digelar mulai 13-16 Juli menyuguhkan beragam informasi melalui seminar hybrid serta peralatan dan perlengkapan industri inovatif. Pameran ini diikuti sekitar 181 perusahaan dengan 300 brand. (tis)

baca juga :

Pertamina EP Asset 4 Siapkan Protokol New Normal

Redaksi Global News

Belum Bisa Diprediksi Kapan Pandemi Jadi Endemi!

Turki Diguncang Gempa, Terasa hingga Yunani

Redaksi Global News