Global-News.co.id
Sport Utama

Suka Duka CEO Bali United, Jalani Kompetisi di Masa Pandemi

Skuad Bali United sesaat setelah meraih gelar juara kompetisi Liga 1 2021/2022

GIANYAR (global-news.co.id) – Bali United FC baru saja merayakan gelar Liga 1 2021/2022 yang membuat mereka menjadi satu-satunya tim di Indonesia yang mampu melakukan back to back gelar juara.

Meski masih terbawa suasana euforia menjadi juara kompetisi musim lalu, Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, merasa banyak suka dan duka yang dilalui tim berjuluk Serdadu Tridatu sepanjang musim.

Dia merasa senang dengan keberhasilan Bali United menjadi juara namun di sisi lain merasa kompetisi di tengah pandemi dan tidak adanya penonton membuat suasana euforia di pertandingan menjadi kurang.

“Pertama perasaan berada di dalam lapangan bersama tidak ada. Cuma itu saja, jadi rasanya berkurang. Euforia di stadion tidak ada,” ungkap pria berusia 45 tahun.

“Tapi bagaimanapun kami tetap berjuang untuk suporter yang menonton ramai-ramai di rumah,” lanjutnya.

Yabes Tanuri berharap kompetisi musim depan ada perubahan sistem kompetisi dibandingkan musim lalu. Dia ingin kompetisi kembali dengan format lama yakni home-away dan boleh dihadiri penonton di stadion.

Bali United masih menunggu arahan kebijakan format kompetisi musim depan dari pemerintah maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Dia mengaku sudah sangat rindu dengan atmosfer di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali sebagai homebase dari Bali United.

“Kami menunggu arahan dari pemerintah dan arahan PT LIB seperti apa. Kami mengharapkan suporter bisa masuk karena seluruh klub mengharapkan seperti itu,” ungkap Yabes.

“Karena perasaan di stadion sangat beda, berasa main sendiri. Kami juga kangen bermain di Dipta dan itu merupakan perasaan yang hilang saat ini,” kata dia. (ins, lib)

baca juga :

Pengusaha dari Shanghai Kagumi Masjid Cheng Hoo

gas

100 Penyandang Disabilitas Vaksinasi di Pendapa Pemkab Jombang

Redaksi Global News

Produksi Surplus di Tengah Pandemi, Jatim Tetap Jadi Lumbung Pangan 16 Provinsi di Indonesia Timur

Redaksi Global News