Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Madura Utama

Bupati Sumenep Nilai Petani Sukses Panen Bawang Merah

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, di sela-sela Panen Raya Bawang Merah bersama Petani di Desa Basoka Kecamatan Rubaru, Rabu (2/3)

SUMENEP (global-news.co.id) –
Kelompok Tani (Poktan) Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, panen bawang merah. Panen tersebut merupakan bantuan bibit bawang merah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Ternyata hasilnya bagus, buktinya bibit itu mampu menghasilkan panen ratusan ton bawang.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, menyebutkan, bantuan bibit bawang melalui Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2021 kepada Poktan sebanyak 33 ton dengan luas tanam 52 hektar.

Sementara hasil panen bawang merah dengan luas tanam 52 hektar yang sudah panen bawang seluas 43,76 hektar dengan menghasilkan bawang sebanyak 425 ton.

“Kami bangga karena Kelompok Tani di Desa Basoka berhasil melaksanakan panen bawang merah di musim hujan seperti ini dengan hasil yang bagus,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, di sela-sela Panen Raya Bawang Merah bersama Petani di Desa Basoka Kecamatan Rubaru, Rabu (2/3).

Tanaman bibit bawang merah oleh kelompok tani tidak hanya hasil panennya saja yang berlimpah, namun setelah masa panen itu terkait dengan harga jual bawang cukup baik, sehingga meski musim panen harganya tetap stabil.

“Para petani menyampaikan harga jual di tingkat petani pasca panen terendah Rp12.000,- hingga Rp13.000,- dan tertinggi sampai dengan Rp22.000,- hingga Rp24.000,- perkilogram, jadi dengan harga itu patut bersyukur,” tuturnya.

Bupati mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya agar harga bawang merah tetap bagus terutama saat musim panen untuk meningkatkan perekonomian petani.

“Kami terus berusaha pada musim panen bawang merah mengantisipasi agar harganya tetap stabil atau tidak turun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani,” kata dia.

Panen raya bawang merah juga dihadiri Wakapolres Sumenep Kompol Palma Fitria Fahlevi, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Nur Cholis, AMd, Kejari Sumenep Adi Tyogunawan, SH, MH, Kepala BPS Sumenep.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Arif Firmanto, STP, MSi, mengungkapkan, penjualan bawang merah hasil panen tidak hanya di Kabupaten Sumenep, namun juga dijual ke pasar di luar daerah.

“Hasil panen bawang merah ini banyak dijual ke Jawa seperti ke Surabaya dan Malang sehingga jangkauan penjualannya tidak hanya di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Hasil panen bawang merah hari ini adalah bibit bawang merah jenis varietas Rubaru atau lokal yang mempunyai kelebihan tahan penyakit meskipun para petani menanamnya saat musim penghujan (off seasons).

“Kami terus mengembangkan bibit bawang merah varietas Rubaru melalui bantuan dana dari pemerintah pusat, agar penanamannya bisa dilakukan di kecamatan lain,” tandasnya.

Salah satu petani, Holilah mengaku hasil panen bawang merah kali ini sangat memuaskan, mengingat selain kualitas baik harga juga tergolong tinggi, yang tidak lepas dari perhatian pemerintah daerah dalam pengembangan bawang merah varietas lokal.

Perlu diketahui, bantuan ini adalah anggaran dana pemerintah pusat tahun 2021 yang berasal dari program Upland. Bantuan ini untuk 52 hektar dengan jumlah bantuan 33 ton bibit yang dibagi kepada 26 kelompok tani di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. (ins, ume)

baca juga :

PPKM Mikro Diperpanjang, Walikota Eri Cahyadi Ingin Perekonomian di Surabaya Tetap Jalan

Titis Global News

Siaga Pilkada Jatim, PLN Siap Amankan Pasokan Listrik

Redaksi Global News

Dihantam Covid-19, AirAsia Akan Kembali PHK Ratusan Karyawan

Redaksi Global News