Global-News.co.id
Sport Utama

Tampil Tanpa Andritany Ardhiyasa, Persija Tak Khawatir

Andritany Ardhiyasa yang dinyatakan positif Covid-19

JAKARTA (global-news.co.id) – Tim Persija Jakarta tak khawatir tampil tanpa kapten sekaligus penjaga gawang utama Andritany Ardhiyasa yang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes usap PCR pada Rabu (2/2).

“Andritany memang banyak membantu tim dengan penyelamatan-penyelamatannya. Namun, semua kiper Persija juga bisa melakukan yang terbaik, bukan cuma Andritany,” kata asisten pelatih Persija Ferdiansyah dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/2).

Karena positif Covid-19, Andritany tidak dapat memperkuat Persija pada laga melawan Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (5/2) pukul 20.45 WIB.

Andritany sudah tampil pada 18 laga dari 22 pertandingan Persija dalam Liga 1 musim ini. Ketika kiper berusia 30 tahun itu absen, Persija biasanya menurunkan Adixi Lenzivio.

Adixi bermain empat kali untuk skuad Macan Kemayoran pada Liga 1 Indonesia musim ini. Menariknya, ketika dia turun, Persija belum pernah kalah. Terakhir kali Adixi bermain untuk Persija adalah saat Marko Simic dan kawan-kawan menundukkan Persiraja 1-0 pada 2 Oktober 2021.

Persija memang tengah goyah lantaran dihantam kasus Covid-19 di Bali. Awalnya, pemain sayap Riko Simanjuntak masuk karantina pada 26 Januari 2022, yang kemudian dinyatakan sembuh Kamis (3/2).

Kemudian, bek Maman Abdurahman yang sampai hari ini masih dipisahkan dari rekan-rekannya. Lalu, berdasarkan hasil tes usap PCR pada Rabu (2/2), giliran Andritany, Samuel dan Ismed yang diketahui mengidap Covid-19. Keesokan harinya, Persija mendapatkan kabar Makan Konate menderita penyakit serupa.

Kabar buruk belum selesai lantaran pelatih kepala Persija, Sudirman dan pelatih kiper Ahmad Fauzi juga positif Covid-19.

“Sejak kasus pertama di tim sebenarnya manajemen sudah keluarkan kebijakan melarang semua anggota tim melakukan kegiatan di luar latihan. Akan tetapi, penyebaran dalam tim sulit untuk dihindari. Ini rangkaian dari kasus pertama lalu karena masa inkubasi virus pada setiap orang berbeda-beda,” tutur Ferdiansyah. (ntr, ins)

baca juga :

BNPT Jajaki Banyuwangi untuk KKTN Berbasis Ekonomi

Redaksi Global News

Komisioner KPU dan Bawaslu Jatim Ditambah

Aturan Pembatasan Kapasitas Jumlah Penumpang 50 Persen Dihapus

Redaksi Global News