Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Waspadai Serangan Jantung, Jangan Abaikan Tekanan Darah

Bila mengalami salah satu tanda awal serangan jantung, segera periksakan diri ke dokter karena setiap menit sangat penting. Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa.

SURABAYA (global-news.co.id) – Kematian Markis Kido yang mendadak pada Senin (14/6/2021) saat bermain bulutangkis diduga karena serangan jantung. Atlet berusia 36 tahun ini memang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebelumnya pada Sabtu (12/6/2021), pemain gelandang tim nasional Denmark Christian Eriksen tiba-tiba pingsan di lapangan saat berlaga melawan tim Finlandia dalam pertandingan Piala Eropa 2020. Beruntung, Kapten Timnas Denmark Simon Kjaer, sigap memberikan pertolongan darurat CPR hingga Eriksen terselamatkan dan sadar kembali saat dibawa tim medis ke rumah sakit.

CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal juga dengan sebutan RJP (resusitasi jantung paru) adalah upaya pertolongan medis untuk mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh.Terhentinya aliran darah atau pernapasan bisa memicu kerusakan otak yang dapat mengakibatkan seseorang meninggal dalam hitungan 8–10 menit. Dengan pemberian CPR, aliran darah yang mengandung oksigen akan tetap tersalurkan ke otak dan seluruh tubuh hingga orang tersebut mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

Serangan jantung sering terjadi tanpa gejala dan tidak hanya pada orang yang sakit. Orang-orang yang sehat pun bisa saja terserang penyakit ini, bahkan terjadi ketika sedang beraktivitas normal. Karenanya sering disebut silent killer.

Serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba sangat berbahaya dan bisa berujung pada kematian. Karena itulah kita harus mengenali dan mengetahui periode golden hour ketika serangan jantung terjadi. Golden hour adalah satu jam pertama setelah serangan jantung terjadi. Tindakan penanganan yang tepat dalam 60 menit pertama serangan jantung, sebagaimana yang dilakukan Simon Kjaer, bisa memberikan efek yang positif. Hal ini penting untuk diketahui karena kebanyakan kematian dan henti jantung terjadi selama periode ini.

Selain Kido, cukup banyak pesohor yang  meninggal dunia karena serangan jantung saat sedang beraktivitas atau saat tidur. Sebut saja aktor Adjie Massaid yang terkena serangan jantung saat bermain futsal,  begitu pun Ashraf Sinclair suami Bunga Citra Lestari dan penyanyi Mike Mohede yang meninggal saat tidur, sedang pesinetron Irena Justine mengalami serangan jantung saat syuting.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi tekanan darah di atas normal, yakni di atas 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan di atas 90 mmHg untuk tekanan diastolik. Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang memberi tekanan pada dinding pembuluh darah yang akhirnya bisa memicu berbagai masalah pada sistem peredaran darah. Stroke dan serangan jantung bisa dipicu oleh penebalan dan pengerasan arteri akibat hipertensi.

Meski bisa berakibat fatal, hipertensi seringkali tidak bergejala. Keluhan seperti sakit kepala, sesak napas, hingga mimisan, biasanya muncul ketika tekanan darah sudah masuk level membahayakan.

Kabar baiknya, hipertensi bisa dikelola atau dikontrol dengan pengobatan yang teratur. Sayangnya, Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebut sekitar 30% pengidap hipertensi tidak minum obat.

Tekanan darah normal berada pada rentang 120-129 mmHg untuk tekanan sistolik (TDS) dan 80-83 mmHg pada tekanan diastolik (TDD). Sedangkan pada hipertensi, tensi berada di atas 140 mmHg (TDS) dan 90 mmHg (TDD), berdasarkan pengukuran berulang.

Dalam laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), disebutkan, pemeriksaan tekanan darah di rumah (PTDR) bisa dilakukan sendiri menggunakan tensimeter elektronik/digital otomatis atau semi-otomatis yang digunakan pada lengan atas.  Disebutkan, PTDR sebaiknya dilakukan setiap hari, minimal 3 hari sebelum jadwal kontrol ke dokter.

Untuk pengukuran pagi hari, lakukan 1 jam setelah bangun, setelah berkemih, sebelum makan pagi dan minum obat hipertensi. Pastikan tidak merokok, makan, minum, berolahraga, dan mengonsumsi kafein 30 menit sebelum mengukur. Sedangkan untuk malam hari, PTDR dilakukan sebelum tidur.

Langkah-langkah melakukan PTDR:

-Telapak kaki menapak pada lantai, punggung disandarkan dan lengan diistirahatkan di meja.

-Pilih manset sesuai ukuran lengan atas, lilitkan dengan posisi bagian bawah manset 2-3 cm di atas lipatan lengan. Sebaiknya, pilih manset yang jarang digunakan beraktivitas.

-Usahakan tidak berbicara saat mengukur tensi agar tidak memengaruhi hasil.

-Lakukan pengukuran secara berulang, misalnya lakukan 2-3 kali dalam satu waktu dengan beda waktu 1-2 menit antara pengukuran pertama, kedua dan ketiga, kemudian dirata-rata.

-Catat hasil pengukuran untuk dokumentasi pribadi dan konsultasi ke dokter.

Kategori kondisi tekanan darah yang perlu dikenali:

-Tekanan darah optimal: TDS kurang dari 120 mmHg dan TDD kurang dari 80 mmHg

-Tekanan darah normal: TDS 120-129 mmHg dan/atau TDD 80-84 mmHg

-Tekanan darah normal-tinggi: TDS 130-139 mmHg dan/atau TDD 85-89 mmHg

-Hipertensi derajat 1: TDS 140-159 mmHg dan/atau TDD 90-99 mmHg

-Hipertensi derajat 2: TDS 160-179 mmHg dan/atau TDD 100-109 mmHg

-Hipertensi derajat 3: TDS lebih dari 180 mmHg dan/atau TDD 110 mmHg

-Hipertensi sistolik terisolasi: TDS lebih dari 140 mmHg dan TDD kurang dari 90 mmHg

Tanda awal serangan jantung

Meski ada yang mengalami serangan jantung mendadak, kebanyakan kasus serangan jantung mulai secara perlahan, yakni dimulai dengan rasa sakit ringan atau tidak nyaman. Berikut beberapa tanda atau gejala awal seseorang mengalami serangan jantung seperti dilansir Heart.org:

  1. Dada terasa tidak nyaman atau nyeri. Sebagian besar serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit. Bisa hilang, kemudian muncul lagi. Kondisi ini terasa seperti ada tekanan yang tidak nyaman, terasa seperti diremas dan sakit.

2.Tubuh bagian atas tidak nyaman. Gejalanya bisa berupa rasa sakit atau tidak nyaman di salah satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

3.Sesak napas. Sesak napas dapat terjadi dengan atau tanpa ketidaknyamanan di dada.

  1. Tanda lain. Tanda lain yang mungkin terjadi antara lain berkeringat dingin, mual, dan pusing.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr Dian Zamroni, SpJP(K) mengatakan, laki-laki lebih berisiko kena serangan jantung dibanding perempuan. “Laki-laki lebih berisiko karena perempuan mengalami menstruasi dan menghasilkan hormon estrogen yang bersifat protektif terhadap pembuluh darah,” kata Dian.

Namun, bila serangan jantung dialami wanita, gejala yang paling umum adalah nyeri dada (angina). Selain itu, perempuan lebih mungkin mengalami gejala umum, seperti sesak napas, mual atau muntah, dan sakit punggung atau rahang.

Pelajari gejala serangan jantung, dan ingat jika Anda tidak yakin mengalami serangan jantung, lebih baik periksakan. Setiap menit sangat penting. Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa.ret,ins

baca juga :

Pemerintah Siapkan Peraturan untuk Lindungi Anak Penyandang Disabilitas

Titis Global News

Hingga Januari 2021, Jepang Larang Masuk Warga Asing setelah Varian Baru Covid-19 Tiba

Redaksi Global News

Oh… Zangrandi

gas