Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Hadiri Sertijab Walikota Surabaya, Gubernur Khofifah Minta Surabaya Tetap Jadi Barometer Kebangkitan Ekonomi Jatim

 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rapat Paripurna Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Surabaya di Gedung DPRD Kota Surabaya Jl Yos Sudarso No 18-22 Surabaya, Senin (1/3/2021).

SURABAYA (global-news.co.id) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (1/3/2021) pagi. Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Surabaya merupakan agenda pertama Sertijab yang dihadiri Gubernur Jatim dari 17 agenda Sertijab Walikota / Bupati terpilih hasil Pilkada Serentak 2020.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.35-368 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota pada Provinsi Jawa Timur dilaksanakan Sertijab dari Pelaksana Harian (Plh.) Walikota Surabaya Ir Hendro Gunawan MA kepada Walikota Surabaya terpilih Eri Cahyadi ST,MT dan Wakil Walikota Surabaya Ir Armuji.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah  menekankan agar Kota Surabaya tetap menjadi barometer kebangkitan ekonomi di Jawa Timur di bawah kepemimpinan Walikota Surabaya terpilih Eri Cahyadi ST,MT dan Wakil Wali Kota Surabaya Ir Armuji.

Pasalnya, PDRB Kota Surabaya menyumbang  24,11 % terhadap PDRB Jawa Timur. Sementara PDRB Jatim sendiri menyumbang 14,67 % terhadap PDRB Nasional. Oleh sebab itu dirinya meminta agar apa yang telah dicapai Kota Surabaya untuk tetap dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan lagi.

“Ini menjadi bagian yang penting, ini tidak boleh ada pelemasan atau pelemahan, jadi semua harus pada proses percepatan untuk membangun kebangkitan ekonomi di Jawa Timur terutama episentrumnya, yang menjadi sentra ini adalah Surabaya,” kata Khofifah saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Surabaya di Gedung DPRD Kota Surabaya Jl Yos Sudarso No 18-22 Surabaya.

Khofifah juga berpesan agar sinergitas dan kolaborasi terus ditingkatkan antara Pemkot Surabaya ddengan Pemprov Jawa Timur. Dirinya menyebut bahwa dari 218 proyek strategis dari Program Strategis Nasional yang dituangkan dalam Perpres 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur, 77 di antarnya ada di kawasan Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) dan sebagian besar berada di Kota Surabaya.

“Oleh karena itu, ini yang juga kami pesankan supaya ada sinergitas pasca pandemi Covid-19 ini jadi sekarang sesungguhnya preconditioning nya sudah bisa dilakukan karena provincial office dari PSN tersebut ada di Bappeda Provinsi Jawa Timur,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menginisiasi terbentuknya sister city antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang. Menurut Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,23 di atas rata-rata provinsi sebesar 71,71 atau berada pada kategori sangat tinggi. Capaian IPM Kota Surabaya yang tertinggi di Jawa Timur. Sedangkan IPM Kabupaten Sampang dengan angka 62,16, terendah di Jawa Timur.

“Saya ingin mengajak semacam Sister City, ada SDM-SDM dari Surabaya yang akan mendukung percepatan penguatan IPM di Sampang,”tuturnya.

Namun di sisi lain, Khofifah mengharapkan ada upaya percepatan dan intervensi detil yang dilakukan Pemkota Surabaya terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Khofifah mengungkapkan bahwa salah satu PR dari Pemkot Surabaya adalah menurunkan AKI dan AKB di Kota Surabaya yang masih tinggi karena berada di posisi 5 besar.

“Menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya ini memang harus dilakukan secara detil dan mungkin dengan sinergitas yang lebih komprehensif  saya rasa Insya Allah kalau sinergitas itu terus dilakukan bisa memberikan penurunan secara lebih signifikan terhadap angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya,” terangnya.

Pada Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya dengan Agenda Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Surabaya terpilih, Khofifah juga menyampaikan pesan Proklamator RI Soekarno bahwa saat ini Indonesia berada pada periode mental invesment.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa mental investment menurut Bung Karno dalam arti luas menyangkut investment of human skill, material investment dan mental investment. Namun dari ketiga investment, mental investment merupakan yang paling penting.

Oleh sebab itu, Khofifah mengajak kepada Walikota dan Wakil Walikota Surabaya untuk mampu berupaya keras bersama-sama membangun mental investment dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Surabaya dan di Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan bahwa hal tersebut sesuai dengan pesan Presiden RI Joko Widodo agar mindset kerja harus diubah dari kerja ordinary ke kerja extraordinary.

Etos kerja yang tidak biasa yang mampu dengan kerja cepat, detil dan tepat akan dapat mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat akan mengubah citra masyarakat terhadap pemerintah dan birokrasi. Sehingga harapannya dalam masyarakat juga timbul feedback yang baik dan tumbuh mental investment di masyarakat. fan

baca juga :

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sampang Menurun

nasir nasir

Menag: Persiapan Haji 2017 Mendekati 100 Persen

nasir nasir

Ziona Chana Berpulang, Tinggalkan 38 Istri, 89 Anak dan 33 Cucu

Titis Global News