Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

Rangkul Berbagai Elemen, BNNP Jatim Siap Masifkan Deteksi Dini Narkoba

GN/Titis Tri W                                                                                                              Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Drs Idris Kadir SH, MHum,

SURABAYA (global-news.co.id) – Badan Penanggulangan Narkotika Provinsi (BNNP) Jatim siap terus memasifkan upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba tahun depan. Dengan merangkul berbagai elemen, upaya deteksi dini itu diharapkan bisa menekan penyalahgunaan narkoba di Jatim.

“Deteksi dini penyalahgunaan narkoba lewat tes urine ini yang kami masifkan tahun depan. Ini bagian komitmen BNNP Jatim dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Jatim,” kata Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Drs Idris Kadir SH, MHum, Senin (14/12/2020).

Langkah awal yang telah dilakukan adalah dengan menggelar tes urine bagi seluruh anggota BNNP Jatim dan jajaran BNNK di Jawa Timur. Tes urine terakhir digelar November kemarin.  Sebagai instansi yang menangani permasalahan narkotika, pihaknya ingin menguatkan di dalam terlebih dahulu sebelum melaksanakan kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba keluar. “Hasil pemeriksaan sementara ini, seluruh anggota BNNP Jatim negatif,” kata pejabat yang baru dilantik sebagai Kepala BNNP Jatim pada 23 Oktober 2020 ini.

Idris mengatakan deteksi dini penyalahgunaan narkoba diharapkan bisa diperluas ke instansi pemerintah baik yang ada di provinsi atau kabupaten/kota, TNI/Polri dan berbagai elemen masyarakat mulai kalangan pelajar dan mahasiswa, artis hingga wartawan. Untuk menuju ke arah ini, diperlukan politik anggaran yang mendukung.  “Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi menjadi tugas bersama banyak pihak. Termasuk di dalamnya kalangan swasta,” katanya.

Dia menyadari saat ini fokus pemerintah tengah disibukkan dalam menangani pandemi Covid-19, namun masalah narkotika juga menjadi permasalahan serius bangsa yang efek kerugiannya juga tak kalah besarnya. Dia berharap tes urine yang menjadi kegiatan rutin untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, bisa diadakan beriringan dengan pelaksanaan rapid test Covid-19.

BNNP Jatim mencatat ada peningkatan tren peredaran dan penggunaan narkoba dari tahun 2018 ke tahun 2019. Peningkatan itu terlihat dari jumlah kasus dan juga barang bukti yang diamankan.

Pada 2018, BNNP Jatim mengamankan sebanyak 26 kilogram narkoba berbagai jenis. Mayoritas narkoba dari Malaysia dan Jakarta.  Pada 2019 hingga November ini, barang bukti narkoba berbagai jenis yang diamankan sudah mencapai 53 kilogram. Itu artinya meningkat sekitar 27 kilogram dari tahun sebelumnya.  Peningkatan ini terjadi salah satunya karena BNNP Jatim lebih aktif menjemput bola dengan menggelar operasi narkoba.

Sedangkan pengguna narkoba di Jatim diperkirakan 2,5% dari jumlah penduduk. Jika penduduk Jatim saat ini sekitar 39 juta itu artinya hampir 1  juta penduduk pengguna narkoba. BNN menyebut penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja semakin meningkat. Jika sebelumnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja hanya 20%, saat ini diperkirakan mencapai 24-28%. tis

 

 

baca juga :

NU Tuban Siapkan 1.500 Pasukan Bantu Amankan Pilkada

Redaksi Global News

Gubernur Khofifah Pamerkan Produk Lokal Bipang Jangkar yang Melegenda

Samsung Electronics Tutup Pabrik di Korsel setelah Pekerja Terinfeksi Virus Corona

Redaksi Global News