Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

PKK Jatim Gelar Tes IVA-Sadanis bagi ASN Pemprov

Hj Nina Kirana Soekarwo sat memberikan sambutan.

SURABAYA (global-news.co.id)-Seluruh aparatur sipil negara (ASN) perempuan dan para istri ASN di Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menjalani pemeriksaan kanker serviks melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Sadanis. Kegiatan ini diprakarsai Tim Penggerak PKK Jatim dan dilaksanakan pada 30 Oktober–4 November 2017 di Kantor TP PKK Prov. Jatim di Jl Gayung Kebonsari, Kantor Setda Provinsi Jatim di Jl Pahlawan No. 110 Surabaya, serta berbagai puskesmas di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan ini salah satu upaya pemerintah daerah dalam melawan kanker serviks atau kangker mulut rahim. “Kegiatan ini sebagai komitmen pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan melalui upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan kanker,” terang Pakde Karwo.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, mendeteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA, merupakan salah satu upaya dalam menekan serta mengurangi jumlah penderita penyakit yang menjadi momok bagi kaum hawa.

Dikatakannya, hasil dari survei Dinas Kesehatan Jatim menyebutkan, dari 700 wanita terdapat sekitar 80 wanita positif terdeteksi menyandang kanker. Angka tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah, bahwa bahaya kanker menjadi adalah masalah yang serius.

Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Hj Nina Soekarwo mengatakan, data WHO menyebutkan, dalam setahun terdapat 490.000 kasus baru penyandang kanker serviks. Dalam sehari terdapat 40 – 45 kasus besar dan 20 – 25 di antaranya meninggal karena penyakit ini.

Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Sementara kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008, sebanyak 5.207 kasus.

Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 jumlah tersebut tidak jauh berbeda meski sedikit mengalami penurunan yakni 8.277 kasus.

Mengatasi hal itu, Pemprov Jatim bersama PKK Jatim mentargetkan sepanjang tahun 2017 sebanyak 132.000 perempuan dilakukan pemeriksaan. “Hingga kini sudah 68.000 perempuan diperiksa. Dan kami terus berupaya jumlah perempuan yang diperiksa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Nina menerangkan, jika sebelumnya sebagian besar perempuan yang terdeteksi kanker serviks adalah mereka yang sudah berkeluarga, namun kini terdapat perkembangan baru bahwa usia 21-22 juga banyak yang sudah positif. Meskipun mereka belum menikah. “Adanya perubahan ini tentunya harus ada langkah strategis dalam upaya pencegahannya,” katanya.

Langkah TP PKK Prov. Jatim melakukan deteksi dini ini menindaklanjuti arahan Ibu Negara melalui Surat OASE Kabinet Kerja no B-132/OASE-KK/VIII/2017 tanggal 29 Agustus 2017 tentang Kegiatan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker, yang ditindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri RI No 440/4288/SJ tanggal 18 september 2017 tentang Peringatan Bulan Peduli Kanker.

nker serviks adalah jenis kanker yang dapat dicegah, dilakukan dengan sederhana dan dapat dilakukan di Puskesmas dan ditanggung BPJS. Untuk deteksi dini kanker payudara melalui Sadanis dapat ditunjang dengan Peralatan Mammografi dan USG. Dilaksanakannya pemeriksaan deteksi dini melalui tes IVA dan Sadanis diharapkan dapat terwujudnya wanita Indonesia sehat bebas Kanker. (kom/sir/faz)

baca juga :

Badrut Tamam : Atasi Kemiskinan Perlu Langkah Strategis

gas

Ketel Meledak, 3 Karyawan PG Pagotan Madiun Terluka Bakar

Kapolres Malang Larang Masyarakat Takbir Keliling

Redaksi Global News