Global-News.co.id
Indeks Nasional Utama

Ribuan Umat Muslim Padati Monas Gelar Aksi Bela Rohingya

Ribuan umat muslim dari berbagai daerah di jakarta menggelar aksi bela rohingya di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

JAKARTA (global-news.co.id)-Ribuan umat muslim dari berbagai daerah di Jakarta terus berdatangan ke kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). Massa dari berbagai elemen masyarakat mengenakan pakaian putih-putih ini menggelar aksi ‘Bela Rohingya 169’.

Massa yang sejak pagi terus berdatangan membentangkan spanduk dukungan terhadap etnis Rohingya. Spanduk bertuliskan “Stop Ethnic Cleansing of Rohingya,” “Stop The Genocide of Rohingya” dan sejumlah spanduk lainnya diharapkan bisa menghentikan aksi kekejaman militer Myanmar terhadap warga etnis Rohingya.

“Selamat datang kepada seluruh warga yang mendukung aksi bela Rohingya hari ini. Silahkan ambil start bahwa kita seluruh elemen masyarakat indonesia mengambil sikap setop genocide di Rohingya, takbir,” kata orang di atas panggung orasi dari pengeras suara.

Dari pantuan di lapangan, sejak pagi hingga siang ini massa aksi terus berdatangan. Mereka datang dari arah Jalan Merdeka Selatan adapun juga datang dari Jalan Budi Kemuliaan. Kehadiran massa ini pun menyebabkan ruas Jalan Merdeka Selatan arah Tugu Tani sementara ditutup.

Pasalnya, massa aksi tak hanya berada di Pintu Silang Monas, Patung Kuda, mereka nampak meluber hingga Jalan Merdeka Selatan. Akibatnya sejak pukul 08.00 WIB ruas Jalan Merdeka Selatan mengarah ke Stasiun Gambir atau Tugu Tani ditutup sementara. Namun untuk dari arah sebaliknya terlihat masih berjalan normal.

Sementara itu, demi mengamankan aksi 169 ini, ribuan petugas gabungan dari Polisi, TNI dan Satpol PP tampak berjaga di lokasi aksi.  “Kekuatan kurang lebih 5.000 personel kita siagakan. Selain di Patung Kuda personel juga kita siagakan di Bundaran HI,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto.

Suyudi mengingatkan kepada seluruh anggota polisi untuk tidak mudah terpancing emosi, maupun suasana dan harus fokus dalam menjalankan tugasnya agar aksi berjalan tertib dan lancar. “Kita harus jaga kondisi kondusif. Jangan sampai ada yang membawa senjata api. Jangan sampai mudah terpancing,” katanya lagi.

Sementara itu, aksi bela Rohingya 169 sendiri digagas oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ingin menunjukkan solidaritasnya terhadap apa yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. * nas

baca juga :

Rapid Test Mendadak di Taman Apsari, Sebanyak 19 Orang Dinyatakan Reaktif

Redaksi Global News

Pejabat dan Tokoh Tiga Daerah Siap Divaksin Pertama

Redaksi Global News

Jatim Belum Berlakukan PSBB, Wagub Emil Tegaskan Pembatasan Intensif Tetap Dijalankan

gas