Global-News.co.id
Indeks Madura

Berkat Sigap Sratus, Pamekasan Kembali Raih Predikat Daerah Inovatif Tingkat Nasional

 

GN/Istimewa
Wabup Khalil Asyari menerima penghargaan dari Puan Maharani.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pamekasan kembali berhasil meriah penghargaan sebagai daerah yang memiliki inovasi pelayanan public terbaik tingkat nasional.  Kali ini penghargaan itu diraih atas Program Aksi Tanggap Sapi Madura Bunting dan Partus (Sigap Sratus) 369 Plus. Program ini kembali mengantarkan Pamekasan menjadi daerah Top 40 Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani kepada Plt Bupati Khalil Asy’ari di Stadion Manahan, Solo, Jumat (25/8/2017). Sebelum Sigap Sratus, tahun 2016, Pamekasan juga berhasil masuk Top 35 dalam event yang sama dengan program yang diajukan bernama Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran (Intan Satu Saka).

Pada tahun ini, sebelum masuk Top 40, dalam program penilaian daerah inovatif  yang dilakukan oleh Kementrian PAN-RB itu, Sigap Sratus terlebih dahulu masuk Top 99 Inovasi Layanan Publik. Kemudian, tim penilai dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) melakukan survei ke Pamekasan. Survei yang dilakukan di Desa Samiran, Kecamatan Proppo, dipimpin oleh peneliti LIPI Prof. R. Siti Zuhro.

Keberhasilan meraih penghargaan atau masuk Top 40 Inovasi Layanan Publik tingkat nasional itu akan mengantarkan Pamekasan bisa mengikuti seleksi tingkat internasional. “Ternyata setelah disurvei, hasilnya bagus. Program Sigap Sratus masuk Top 40 Inovasi Layanan Publik tingkat nasional,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan Bambang Prayogi, Senin (27/8/2017).

Sigap Sratus 369 Plus, kata Bambang, merupakan program unggulan DKPP Pamekasan. Program ini dilatarbelakangi adanya perlakuan sama terhadap sapi betina. Baik yang bunting, tidak bunting dan melahirkan. Padahal kebutuhan nutrisi tidak sama. Pada saat yang sama, kesadaran peternak untuk memeriksakan sapi betinanya yang bunting juga rendah.

“Siklus Sigap Sratus dimulai pada usia kebuntingan ternak tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, melahirkan dan pasca melahirkan hingga siap dikawinkan kembali. Semoga dengan meraih penghargaan ini, teman-teman tim Sigap Sratus bisa semakin semangat bekerja dan tahun selanjutnya bisa meraih penghargaan internasional,” harapnya.

Di tempat terpisah, Kabag Humas Setdakab Pamekasan Supriyanto menegaskan selain Sigap Sratus, di bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Pamekasan juga tengah mewakili Jawa Timur dalam lomba kedelai tingkat nasional. “Kita juga jadi duta Jatim tingkat nasional dalam lomba kedelai tingkat nasional. Semoga juga menang,” harapnya. (mas/*)

baca juga :

Kemenhub Minta Trem Selesai Sebelum 2020

nasir nasir

Festival Rujak Awal Kebangkitan Industri Kreatif Kuliner Pamekasan

gas

Sebanyak 245 WNI Akan Dievakuasi dari Tiongkok

Redaksi Global News