Global-News.co.id
Indeks Pendidikan Utama

Pagu Tak Terpenuhi, Dindik Jatim Buka Kembali PPDB SMA/SMK

SURABAYA (global-news.co.id)-Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur kembali membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri, yang masih kekurangan siswa. Pasalnya, selama proses pendaftaran PPDB sebelumnya, masih banyak SMA/SMK Negeri yang belum terpenuhi jumlah pagunya.

Untuk menutupi hal itu, Dindik Jatim berencana membuka PPDB secara online pada Senin (10/7/2017) besok. “Kami sudah konsultasi dengan Pak Gubernur dan disetujui menggunakan opsi penambahan pagu yang kedua yakni dengan membuka kembali PPDB pada Senin mendatang,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman, Jumat (7/7/2017).

Saiful menjelaskan, jadwal ini dibuka setelah sekolah membuka proses daftar ulang bagi pendaftar yang telah diterima pada PPDB tahap pertama kemarin. “Hanya ditambah satu hari dan tetap menggunakan pertarungan nilai Ujian Nasional murni,” tutur dia.

Saiful mengatakan, yang membedakan PPDB tahap dua ini tidak lagi menggunakan mekanisme zonasi yang berarti siswa boleh mendaftar ke sekolah mana saja. “Yang dibuka perpanjangan hanya sekolah yang belum memenuhi pagu saja,” ujar Saiful.

Dikatakannya, pekan depan pihaknya akan membuka kembali PPDB secara online. Jadwal ini dibuka setelah sekolah membuka proses daftar ulang bagi pendaftar yang telah diterima pada PPDB tahap pertama kemarin.

“Hanya ditambah satu hari dan tetap menggunakan ranking nilai Ujian Nasional (UN) murni. Hanya saja untuk PPDB tahap dua ini tidak lagi menggunakan mekanisme zonasi. Artinya, siswa boleh mendaftar ke sekolah mana saja,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perpanjangan hanya dilakukan di sekolah yang belum memenuhi pagu saja. Sedangkan sekolah yang sudah memenuhi pagu setelah jadwal daftar ulang tidak akan dibuka kembali. * ara, nas

baca juga :

Persib Kehilangan Teja Paku Alam karena Cedera Panjang

Rizal Ramli: Kita Harus Berani Buat Gebrakan

Libatkan RT/RW, Pemkot Surabaya Salurkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak COVID-19

Redaksi Global News