Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

Gus Ipul: Jawa Timur ‘Darurat’ Limbah B3

Tampak sejumlah petugas saat mengamankan kendaraan pengangkut limbah B3 yang diduga berasal dari Korsel, di Surabaya.

SURABAYA (global-news.co.id)-Terbongkarnya pengiriman limbah cair dari bahan berbahaya dan beracun (B3) menyita perhatian Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf. Kepada awak media, Gus Ipul sapaan Wagub Jatim ini, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pembuangan B3 asal Korea Selatan (Korsel) tersebut.

Gus Ipul menilai jika Jawa Timur saat ini masuk darurat B3. Sebab, hingga saat ini baru 170 juta ton limbah B3 yang baru dioleh perusahaan. Selain itu, belum semua industri di Jatim yang punya limbah mau melaporkan limbah yang diproduksinya ke Pemprov Jatim, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dari 170 juta ton limbah B3 di Jatim. Rinciannya, 130 juta ton berasal dari kompleks PLTU Paiton di Probolinggo yang diolah sendiri, sedangkan 40 juta ton sisanya berasal dari berbagai industri di sejumlah daerah, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan daerah lain.

“Limbah 130 juta ton sendiri hanya berasal dari 180 perusahaan sesuai laporan yang melapor ke DLH. Padahal di Jatim jumlah industri kecil, menengah dan besar mencapai 800 ribu dengan potensi limbah yang dihasilkan diperkirakan di atas 300 juta ton,” kata Gus Ipul, Sabtu (15/7/2017).

Belum lagi kesadaran masyarakat akan sampah masih rendah. Buktinya, dalam beberapa hari saja, aktivis lingkungan dari Ecoton, Indo Water CoP, dan Komunitas Nol Sampah mampu mengumpulkan 3 juta popok di Kali Surabaya.

Kondisi ini justru diperparah dengan adanya pembuangan limbah beracun B3 dari Korea Selatan, yang dibuang di sungai sekitar Rusun Romo Kalisari. “Kasus ini harus diusut tuntas karena mencemari lingkungan, dan juga berdampak langsung bagi kesehatan warga. Harus dicari, siapa pemilik limbah tersebut dan pabriknya dimana. Mengapa kok membuang sembarangan di sungai,” pinta Gus Ipul.

Gus Ipul berharap, persoalan limbah B3 menjadi perhatian bersama semua pihak. Karena limbah beracun ini sudah menjadi ancaman serius di Jatim. “Tertangkapnya pembuangan limbah cair sembarangan ini makin menegaskan bahwa limbah B3 ini ancaman serius yang harus dihadapi dengan tegas,” kata dia.

Gus Ipul meminta tim dari BLH turun tangan untuk memastikan kandungan limbah cair yang dibuang di sungai kawasan Rusun Romo Kalisari. Termasuk memastikan asal limbah yang disebut berupa oli bekas itu dari pabrik mana. Apalagi, ada yang menyebut bahwa limbah tersebut berasal dari luar negeri.

“Itu penting dan sangat sensitif. Wong ngurusi limbah sendiri saja kita masih belum mampu. Apalagi limbah yang katanya dari luar negeri itu harus dicek kebenarannya. Karena data dari BLH, sampai hari ini belum ada impor oli bekas masuk ke Jatim,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar pengiriman sekaligus pembuangan limbah cair B3 yang diketahui berasal dari Korea Selatan. Limbah tersebut diimpor oleh Sahat Rafelino, warga Perumahan Bumi Citra Fajar, Sidoarjo melalui PT Pasadena Solusindo Sakarto yang beralamat di Jalan Anggrek Raya Tama Alamanda, Bekasi. “Limbah beracun ini diimpor dari Kwang Yang, Korea Selatan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, saat ditemui di depo Indra Jaya Swastika, Jalan Kalianak 57 A, Jumat (14/7/2017).

Shinto menjelaskan, ada empat kontainer ukuran 20 feet berisi limbah cair ini. Limbah tersebut dikemas atau ditampung di dalam tandon plastik bervolume 20 ton. Tandon itu mempunyai kran. “Ada empat kontainer yang diimpor. Kontainer itu tiba di Terminal Teluk Lamong,” kata Shinto. Dari Teluk Lamong, empat kontainer itu diletakkan di depo Indra Jaya Swastika di Jalan Kalianak 57 A. Dari depo itulah satu kontainer limbah keluar untuk dibuang di saluran air di dekat Rusun Romo Kalisari. Limbah itu dikirim menggunakan jasa perusahaan transportasi PT Pasific Trans. * nas

baca juga :

Ditunggu Masyarakat, RSIA Siti Aisyah Pamekasan Diresmikan 

gas

Picu Lonjakan Penularan, IDI Minta Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama

Redaksi Global News

Resmikan Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan, Khofifah Ajak Masyarakat Temu Kenali Potensi Desa

Redaksi Global News