Global-News.co.id
Metro Raya

Cara Masjid di Surabaya Tarik Jamaah, Awalnya Sarapan Gratis, Lama-lama Rajin Ke Masjid

GN/Erfandi Putra Jemaah masjid Cheng Hoo mengikuti kegiatan siraman rohani.
GN/Erfandi Putra
Jemaah masjid Cheng Hoo mengikuti kegiatan siraman rohani.

Masjid di Surabaya, jumlahnya ribuan. Namun tidak banyak masjid yang inovatif dalam mengajak umat memakmurkan masjid dengan ‘memanjakan’ jamaah dengan berbagai macam fasilitas, mulai dari ruangan dilengkapi pendingin ruangan hingga makan bersama gratis.

Oleh: Fakhrur Roziq dan Putra Wicaksono

Dekorasinya yang wah, karpetnya nan empuk, air minum dalam kemasan yang dibagikan gratis, serta ruangan yang dilengkapi pendingin membuat masjid Baiturrozaq Kawasan SIER, Rungkut, seperti tak sepi dari jamaah.

Ditambah lagi dengan lokasi masjid yang berada tak jauh dari tempat penampungan air pembuangan industri menarik orang untuk mampir shalat dan sekadar ber-selfie.

“Sebenarnya sih bukan masalah tempatnya, tapi masalah niatnya. Jika niatnya baik, maka hasilnya akan  baik,” kata Muhammad Ya’qub salah satu jamaah masjid pada Global News, Rabu (16/3/2016).

Dikatakan Ya’qub, saat ini masjid dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Salah satunya, dengan sudah tersedianya proyektor LCD serbaguna selain ruang masjid yang didesain menawan. “Di SIER sendiri sudah ada kulkas. Para jamaah bisa minum secara gratis. Tapi kalau boleh naruh infaq lah,” ujar pria berprofesi sebagai guru ngaji ini.

Ya’qub mengaku prihatin masjid hanya penuh dengan jamaah yang sudah lanjut usia (lansia). Harusnya yang memakmurkan masjid itu yang muda-muda, bukan diserahkan pada yang sepuh. “Jika programnya itu-itu saja, maka jelas masjid akan sepi jamaah. Membina masjid itu, ibarat menjajakan barang kepada pelanggan,” katanya.

Di tempat yang sama, Muhammad Khotib, Pegiat Gerakan Cinta Masjid mengungkapkan, tak dipungkiri masjid memang berloma-lomba memanjakan jamaahnya, belakangan. Termasuk memberikan ruang nyaman serta memberikan program baru yang diminati jamaah. “Kalaupun program itu sudah lama, minimal kita modifikasi. Agar lebih digandrungi masyarakat, khususnya anak muda,” ujar Khotib.

 

MAKAN GRATIS

Khotib menceritakan, kesibukannya tiap hari mendatangi masjid di berbagai kota di Jawa Timur. Di antaranya, Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Madura, dan beberapa kota lainnya. Tujuannya menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap pentingnya shalat jamaah. “Masjid tak perlu bagus bentuknya, yang penting bisa mengajak masyarakat shalat berjamaah,” paparnya.

Tak jarang tiap masjid yang ia kunjungi selalu memanjakan jamaah. Misalnya, ketika malam Jum’at  setelah acara tahlil diberi suguhan berupa makanan dan cemilan. “Bisa jadi suguhan tersebut bisa menarik jamaah. Bukan karena makanan, tetapi sebagai awal mula agar jamaah mempunyai semangat untuk shalat jamaah,” ungkap pria asal Sumenep ini.

Strategi serupa juga diterapkan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Guna menarik jamaah datang ke masjid tersebut, takmir masjid bernuansa kelenteng di Surabaya tersebut membuat program yang sekiranya digandrungi masyarakat dan kawula muda. Selaku takmir masjid, Ustaz Haryono Ong mengungkapkan, dalam rangka menarik masyarakat untuk mengisi shaf-shaf kosong sering dibuat acara sarapan bersama seusai salat shubuh. “Biasanya setelah salat shubuh, kami adakan pengajian dan dilanjutkan dengan sarapan bersama,” ujar Haryono.

Saat shubuh, kata Haryono, memang tak sebanyak saat salat Maghrib dan Isya. Padahal, kata Haryono, pahala salat jamaah paling fantastis di antara kelima shalat tersebut ialah salat asar dan shubuh. Kalau shalat subuh jamaahnya paling 3-7 orang. “Alhamdulillah sekarang jamaahnya lumayan bertambah,” katanya.

Ia berharap, kedepannya umat muslim tetap membangun tradisi lama yang dibangun Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam melaksanakan salat shubuh secara berjamaah. “Kualitas keimanan seseorang kan bisa diukur dengan shaf jamaah ketika shalat shubuh,” lanjutnya.

Terkadang ketertarikan jamaah datang ke masjid juga salah satunya disebabkan kelengkapan masjid yang serba bersih.

Salah satunya masjid Raudlathul Jannah yang terletak di Jl. Jatisari Permai X/2 Pepelegi, Waru Sidoarjo. Ketua Takmir Masjid Raudlathul Jannah Ahmat Amari mengaku kalau mau jamaah kerasan di masjid, dan banyak di masjid itu sarana prasarana dibenahi dulu. “Mulai tempat wudlu harus bersih dan semua sarana di dalamnya harus bersih,“ kata Ahmat Amari.

Berdiri tahun 1996 itu, masjid di bawah pengelolaan Yayasan Masjid Raudlatul Jannah yang di dalamnya juga mengelola pendidikan Islam, mulai dari jenjang playgroup hingga sekolah dasar dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Ahmat Amari mengatakan, tidak hanya soal sarana dan prasarana, di masjid tersebut juga digalakkan kultum pagi setelah salat subuh untuk internal jemaah masjid setiap Senin-Sabtu. Sedangkan untuk jamaah di luar lingkungan masjid diadakan setiap Minggu. “Setiap Minggu pihak masjid memberikan sarapan pagi kepada jamaah,” ujar Ahmat Amari.(*)

 

baca juga :

Temui Dua Bocah Hafidz Quran, Risma Beri Pengobatan dan Perawatan Gratis

Redaksi Global News

Deteksi Dini Stunting di Surabaya, 2.776 Posyandu Gelar Timbang Anak Serentak

Redaksi Global News

Pemprov Jatim Targetkan Pencairan BLT Dana Desa Tuntas Sebelum Lebaran

Redaksi Global News