Perkumpulan Fuqing Jatim Andalkan Generasi Muda

GENERASI muda mewarnai kepengurusan Fuqing Jatim 2017-2020.

SURABAYA (global-news.co.id) – Di tengah-tengah berlangsungnya Kongres Perkumpulan Fuqing Dunia yang diikuti 24 negara dan 24 daerah dari seluruh Indonesia di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (22/4/2018), Jatim berhasil melantik kepengurusan baru. Pengurus Perkumpulan Fuqing Jawa Timur Ke-6 dengan masa bhakti 2017-2020 dilantik pada acara tersebut dengan melibatkan sekitar 40% berasal dari generasi muda.

Dalam kepengurusan Perkumpulan Fuqing Jatim 2017-2020 terpilih sebagai Ketua Umum yakni Sudijanto Atmodjo, Ketua Harian Herman Halim, Sekretaris Umum Iwan Sutanto dan Bendahara Umum Goenawan Moeliono.

“Kepengurusan ini sudah terbentuk pada akhir 2017 lalu, tetapi baru dilantik pada April 2018. Ini semua untuk menyesesuaikan waktu saja,” kata Herman Halim, Rabu (25/4/2018).

Menurut Herman Halim yang juga Dirut Bank Maspion tersebut, perkumpulan Fuqing ini merupakan wadah perkumpulan untuk suku Fuqing yang ada di perantauan. Termasuk yang ada di Jatim. “Kebetulan ketua perkumpulan dunia warga Fuqing ini diketuai oleh Alim Markus, pimpinan Maspion Group,” kata Herman.

Ditanya program kepengurusannya, Herman mengatakan, fokus program kepengurusan 2017-2020 yakni di bidang sosial, budaya, pendidikan hingga bisnis. Dalam bidang pendidikan misalnya, perkumpulan akan memberikan beasiswa kepada sejumlah pemuda-pemudi. Bidang sosial, pemberian sembako kepada masyarakat yang kurang beruntung.

“Kalau sektor bisnis, yakni bagaimana kita warga Fuqing menjalin sinergi bisnis untuk suatu kemajuan bersama. Intinya, bagaimana kita berbuat di sektor ekonomi yang ujung-ujungnya harus memberikan kontribusi positif kepada negara yang kita cintai ini,” kata Herman.

Ditanya hasil Kongres Dunia Perkumpulan Fuqing di Shangri-La Surabaya, Herman tak banyak berkomentar. Yang jelas, setidaknya utusan dari 28 negara menghadiri acara tersebut.

“Yang terpenting dalam pelantikan pengurus di Jatim itu, yakni banyak melibatkan generasi muda di pengurusan. Setidaknya terdapat 40% pengurus di Jatim adalah generasi muda. Mengapa? Agar terjadi kesinambungan yang berimbang. Artinya, pergantian tongkat estafet kepemimpinan itu nantinya harus berjalan dengan baik di pengurusan perkumpulan ini,” kata Herman.

Generasi muda, kata Herman, harus tampil. Zaman yang yang sudah mengglobal dan eranya digital ini, sudah selayaknya kalangan muda yang tampil. Mereka yang menguasai teknologi, itulah yang menang. Dan itu, ada di tangan generasi muda. (Erfandi Putra)

Tag: