Penyakit Penyebab Kematian Bergeser dari Menular ke Tidak Menular

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf didampingi Kadinkes Jatim Kohar Hari Santoso menyaksikan penandatangan pencangan Germas di Gresik, Senin (11/9/2017).

GRESIK (global-news.co.id)-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengungkapkan, saat ini terjadi pergeseran penyakit penyebab kematian, dari yang menular ke tidak menular. Karena itu masyarakat dalam sehari-hari diimbau melakukan tiga gemar, yaitu gemar berolah raga, gemar makan sayur dan buah-buahan serta gemar periksa kesehatan minimal enam bulan sekali.

Hal itu diungkapkan wakil gubernur akrab disapa Gus Ipul ini saat mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya mempercepat dan menyinergikan tindakan promotif serta preventif agar hidup semakin sehat.

“Germas adalah kampanye agar hidup masyarakat menjadi lebih sehat,” ujarnya di sela pencanangan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kabupaten Gresik, Senin (11/9/2017). “Jangan lupakan juga membisakan konsumsi makan ikan karena mengandung banyak protein dan bergizi,” ucap Gus Ipul.

Menurut dia, kesehatan saat ini lebih banyak disebabkan oleh perilaku individu yang ditimbulkan oleh manusia sendiri, ditambah lingkungan dan ditunjang sarana prasarana pelayanan kesehatan cukup.

Ia memisalkan, penyakit tak menular seperti jantung, stroke dan diabetes yang diakibatkan oleh hipertensi sangat berbahaya bagi nyawa manusia saat ini. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jatim, penyakit tertinggi di Jatim disebabkan oleh faktor hipertensi sebanyak 935.736 orang, diare sebanyak 865.000 kemudian disusul oleh penyakit obesitas dan penyakit yang ditimbulkan oleh makanan tidak sehat lainnya.

“Dari data yang kami terima pada tahun 2016, hipertensi merupakan penyakit tertinggi di Jatim dengan jumlah 935.736 kasus,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Kohar Hari Santoso mengatakan Gubernur Jatim telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440.7/4547/201.4/2017 perihal implementasi Intruksi Presiden RI Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Dalam surat edaran tersebut diimbau agar seluruh masyarakat dapat berperan aktif mewujudkan Germas melalui peningkatan fisik, perilaku hidup sehat, penyediaan pangan dan percepatan perbaikan gizi.

Dalam kegiatan tersebut tidak kurang 1000 elemen masyarakat dilibatkan secara langsung. Dengan mengenakan pakaian sayur-mayur mereka meneriakan yel-yel berbeda-beda.

Terpilihnya Kabupaten Gresik sebagai pusat pencanangan Germas karena daerah tersebut memiliki semangat yang tinggi untuk mensosialisasikan, dan mengajak masyarakatnya untuk bersama-sama membangun kebiasaan berperilaku hidup sehat.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, ada tiga indikator dalam membiasakan diri untuk berperilaku hidup sehat. Pertama, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Kedua, mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Ketiga, selalu lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter setiap enam bulan sekali. “Dari ketiga kategori itu diharapkan derajad kesehatan di Kabupaten Gresik meningkat,” katanya.

Tidak hanya itu lanjut Sambari, Kabupaten Gresik juga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dan mendapat penghargaan di tingkat nasional. “Kami berharap Gresik menjadi percontohan bagi kabupaten lainnya, sehingga harapan untuk menuju Indonesia Sehat dapat terwujud,” ujarnya.(ins/sep)