Aplikasi Siskabaperbapo Pantau Harga Sembako

Disperindag Jatim bersama bulog mengklaim harga sembako di Jatim masih terpantau stabil.

SURABAYA (global-news.co.id)-Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas stok dan harga kebutuhan pangan di Jawa Timur, selama ramadan dan lebaran 2017. Salah satunya dengan melakukan pemantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Barang Pokok (Siskabaperbapo).

Aplikasi yang memantau harga kebutuhan pokok di 116 pasar besar dan 17 sentra produksi di Jatim ini, terkoneksi ke Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHS) dan Early Warning Sistem (EWS) Kemendag secara real time.

Sistem inipun mampu membantu pemerintah menstabilkan harga di pasaran dengan cara operasi pasar. Hasilnya harga barang-barang masih terpantau stabil dan kenaikan harga tidak terlalu signifikan.

“Biasanya kebutuhan masyarakan meningkat menjelang lebaran. Kebutuhan itu setelah kita pantau meningkat sekitar 10 persen. Jumlah penduduk tidak bertambah tapi yang bergerak adalah kegiatannya. Kami bersama para mitra telah melakukan pemantauan di pasar,” kata Kadisperindag M Ardi Prasetyawan, Senin (29/5/2017), yang mengaku telah bersama Bulog melakukan sidak di Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucang.

Ardi mengatakan pihaknya bersama Bulog terus melakukan stabilisasi harga bahan pokok di pasaran. Satu diantaranya adalah mendirikan Kios Pangan Operasi Pasar (Kippas) yang menjual sejumlah komoditi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, telur, gula, hingga kecap.

Di Jatim, Disperindag menargetkan mendirikan 78 Kippas yang tersebar di sejumlah daerah. Sejak 18 Mei lalu, hingga kemarin sudah terealisasi 57 outlet, baik dalam bentuk kios permanen, maupun dalam bentuk mobile. “Harganya lebih murah dibandingkan dengan HET di pasaran,” ungkapnya. (nas)