Musim “Barat”, Banyak Ikan Besar Terdampar di Pesisir Tuban

GN/Chusnul Huda Sejumlah warga tampak mengerumuni bangkai seekor lumba-lumba yang terjaring jalan nelayan pantai Tuban.

GN/Chusnul Huda
Sejumlah warga tampak mengerumuni bangkai seekor lumba-lumba yang terjaring jalan nelayan pantai Tuban.

TUBAN (global-news.co.id)-Musim “barat” atau musim angin kencang di kawasan Samudra Hindia, khususnya sekitar pesisir pantai Tuban sering menghempaskan ikan ukuran besar. Panjang pesisir pantai Tuban yang mencapai 65 kilometer tersebut menjadi sumber penghidupan para nelayan mulai dari Kecamatan Palang hingga Kecamatan Bancar.

Seperti Kamis (16/2/2017) pagi, seekor lumba-lumba mati terdampar di Pantai Kelapa Panyuran, Kecamatan PalangKabupaten Tuban. Bangkai hewan yang masuk kategori dilindungi tersebut rencananya akan dikubur oleh nelayan setempat.

Samaun nelayan yang menemukan ikan lumba-lumba tersebut mengaku, dirinya mengetahui saat jaring ikannya terasa berat, ternyata setelah ditarik ada seekor lumba-lumba sepanjang 1 meter lebih dengan berat sekitar 15 kilogram tersangkut dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Saya dapat ikan ini (lumba-lumba) pagi tadi saat menjaring ikan di tengah laut, kemudian saya bawa menepi untuk dikubur,” ujar pria 53 tahun tersebut.

Meskipun mati, dirinya mengakui tidak berani untuk memasak atau menjual. Sebab menurutnya, takut “kuwalat” dan diyakini bisa membawa musibah bagi dirinya jika melaut mencari ikan lagi.

Sementara itu, Kasan selaku ketua paguyuban nelayan setempat menambahkan, biasanya kejadian seperti ini sering terjadi saat bulan Februari – Mei. Biasanya jenis hiu, paus, dan lumba-lumba. Hal ini dipengaruhi perputaran musim angin laut Samudra Hindia atau pantai utara wilayah Jawa sehingga banyak ikan besar migrasi.

Saat reporter global-news.co.id berada di lokasi, tak sedikit warga berbondong-bondong melihat langsung mamalia laut jenis ikan lumba-lumba hidung botol tersebut untuk diabadikan melalui ponsel pintarnya.

Di antaranya, Muhammad warga Kelurahan Sukolilo Kecamatan Tuban Kota, dia mengetahui saat lumba-lumba tersebut di upload di media sosial oleh warga setempat. Karena penasaran, dirinya mendatangi lokasi untuk mengetahui secara langsung dan mengabadikan momen langka tersebut. (hud)