Peringati Harkitnas 2016, Generasi Muda Diharapkan Terbebas Dampak Negatif Teknologi Digital

GN/Masdawi Dahlan  Bupati Achmad Syafii menyerahkan bantuan pada para veteran pejuang.

GN/Masdawi Dahlan
Bupati Achmad Syafii menyerahkan bantuan pada para veteran pejuang.

“Anak anak yang tidak terkontrol dalam menggunakan HP dan alat komunikasi canggih lainnya mereka tidak akan belajar dan semangat belajarnya akan lumpuh. Ini menyebabkan masa depannya suram. Karena itu pada Harkitnas ini, kita manfaatkan bagaimana generasi muda kita itu bisa bangkit menuju pribadi yang lebih baik,  salah satunya menghindari dampak negatif teknologi digital yang merusak mereka,”

PAMEKASAN (Global News)-Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyerahkan bantuan pada para veteran dan janda veteran pejuang. Bantuan diserahkan pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei lalu. Selain menyerahkan bantuan pada veteran pejuang Syafii juga memberikan bantuan mobil ambulans pada Direktur RSUD Waru.

Upacara peringatan Harkitnas 2016 kali ini terpaksa harus dilakukan di pendopo Ronggosukowati. Ini dilakukan karena lapangan depan pendopo becek dan suasana dalam keadaan hujan. Sekalipun demikian, pelaksanaan upacara tetap berlangsung hidmat.

Sempat muncul keinginan untuk tetap dilaksanakan di lapangan, karena hujan sempat reda. Namun ternyata pilihannya tetap di pendopo dengan konsekuensi melakukan perubahan dan penyesuaian dari berbagai aspeknya. Ternyata pilihan itu betul, baru berlangsung beberapa menit upacara hujan kembali turun dengan derasnya. Dan upacara berjalan aman dan  dan lancar.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Achmad Syafii. Semua pimpinan SKPD, Forum Pimpinan Daerah dan segenap  undangan lainnya termasuk ibu ibu istri para pejabat semuanya mengikuti upacara dengan berdiri, karena memang tidak di sediakan kursi. Yang disediakan kursi pada upacara itu hanya para veteran dan janda pejuang yang kebetulan berada di sisi  kanan pendopo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Syafii membacakan pidato menteri komunikasi dan informatika. Menkominfo dalam pidato yang dibacakan  mengungkapkan dalam peringatan Harkitnas tahun ini, ada banyak tuntutan yang harus dijawab oleh semua elemen bangsa. Salah satunya adalah munculnya gejala radikalisme dan terorisme.

Radikalisme muncul, katanya, karena terkait dengan ekpressi  kebebasan yang selama ini sudah terbangun sejak reformasi bergulir. Radikalisme dan terorisme itu harus diselesaikan dengan baik oleh bangsa Indonesia, dengan cara memberikan pemahaman yang benar tentang arti hidup berbangsa dan bernegara di sebuah bangsa yang majemuk seperti Indonesia ini.

Masalah perkembangan teknologi dan informatika juga menjadi perhatian menkominfo. Dia mengatakan makin canggihnya perkembangan teknologi dan  informatika membuat kehidupan manusia Indonesia mengalami perubahan yang pesat, baik positif maupun negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah munculnya pornoaksi dan kekerasan seksual pada anak usia muda.

Sementara itu, Bupati Syafii menekankan tentang pentingnya anak anak muda dijauhkan dari dampak negatif alat komunikasi seperti handphone dan media lainnya. Dampak negatifnya, kata Syafii, bukan hanya melahirkan penyakit pornoaksi dan kekerasan seksual namun juga dampak pengunaan handphone dan alat komunikasi canggih  lainnya yang tidak terkontrol dan melampaui batas akan membuat  anak muda rusak dan suram masa depannya.

“Anak anak yang tidak terkontrol dalam menggunakan HP dan alat komunikasi canggih lainnya mereka tidak akan belajar dan semangat belajarnya akan lumpuh. Ini menyebabkan masa depannya suram. Karena itu pada Harkitnas ini, kita manfaatkan bagaimana generasi muda kita itu bisa bangkit menuju pribadi yang lebih baik,  salah satunya menghindari dampak negatif teknologi digital yang merusak mereka,” katanya. (mas)