Global-News.co.id
Sport Utama

Kortom Depok 1 Gelar Games Edukasi Interaksi Cegah Nyeri Otot dengan Ling Tien Kung

DEPOK (Global-News.co.id) — Koordinator Otonom Ling Tien Kung (Kortom) Depok 1 kembali menggelar kegiatan edukasi kesehatan. Kali ini melalui kegiatan Games Edukasi Interaksi Cegah Nyeri Otot dengan Ling Tien Kung, Selasa pagi, 25 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut berlangsung di halaman Toserba TipTop Depok, yang juga menjadi tempat latihan Sasana Ling Tien Kung HH TipTop.

Kegiatan dikemas dalam bentuk permainan edukatif dan interaksi langsung dengan peserta. Melalui pendekatan tersebut, Koortom Depok 1 mengajak peserta mengenali berbagai keluhan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal atau gangguan pada sistem gerak tubuh, sekaligus memahami faktor risiko dan langkah-langkah sederhana untuk mencegahnya.

Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan yang berkaitan dengan gejala, faktor risiko, serta upaya pencegahan nyeri otot. Pendekatan interaktif ini membuat edukasi kesehatan menjadi lebih ringan, menyenangkan, sekaligus mudah dipahami.

Edukasi Kesehatan yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Melalui kegiatan tersebut, Kortom Depok 1 ingin membangun kesadaran bahwa keluhan seperti pegal, nyeri lutut, nyeri pinggang, kekakuan tubuh, maupun menurunnya keseimbangan tidak sebaiknya diabaikan.
Menjaga kesehatan sistem gerak dapat dilakukan melalui kebiasaan hidup aktif, menjaga kekuatan otot, melatih keseimbangan dan kelenturan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan.
Ling Tien Kung menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang diperkenalkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan fungsi gerak tubuh.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kortom Depok 1 untuk mengembangkan edukasi kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas latihan, tetapi juga meningkatkan pemahaman anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Edukasi Tetap Berlanjut melalui Media Digital

Kortom Depok 1 juga menyiapkan materi edukasi dalam bentuk video singkat bagi anggota yang belum dapat mengikuti kegiatan secara langsung.

Video tersebut akan dibawakan oleh H. Jumadial Rohim, ST, MMSI, Ketua Koordinator Otonom Ling Tien Kung Depok 1, dengan materi mengenai nyeri otot dan cara menjaga kesehatan sistem gerak.
Dengan pemanfaatan media digital, edukasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anggota sehingga pesan kesehatan tidak berhenti pada kegiatan tatap muka.

Berlanjut ke Ruang Publik Lansia

Komitmen Kortom Depok 1 dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan sistem gerak juga akan dilanjutkan melalui kegiatan Ruang Publik Lansia (RPL) yang secara rutin diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Depok.

Pada kegiatan RPL bulan September 2026, Ling Tien Kung Depok berencana memberikan Drama Edukasi “Cegah Nyeri Otot dengan Ling Tien Kung” sebagai salah satu bentuk sumbangsih untuk kegiatan RPL.
Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Koordinator Otonom Ling Tien Kung Depok 1 dan Koordinator Otonom Ling Tien Kung Depok 2 yang dipimpin oleh Chandra Hassan, yang akrab disapa Bobon.

Konsep drama edukasi akan dibuat interaktif agar pesan mengenai pencegahan nyeri otot dapat diterima dengan cara yang ringan dan menghibur, khususnya oleh masyarakat lanjut usia.

Rencananya, pada kegiatan RPL di Alun-Alun Timur Depok, drama edukasi akan dibawakan oleh Tim Kortom Depok 1. Sementara itu, pada kegiatan RPL di Alun-Alun Barat Depok, drama akan dibawakan oleh Tim Kortom Depok 2.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antar-Koordinator Otonom Ling Tien Kung di Kota Depok dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang lebih kreatif dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui rangkaian kegiatan mulai dari games edukasi, video edukasi, hingga drama edukasi, Kortom Depok 1 berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak dapat terus tumbuh.

Pesan yang ingin disampaikan sederhana:

“Kenali nyerinya, pahami risikonya, cegah sejak dini, dan tetap aktif bergerak.”
Karena menjaga kemampuan bergerak bukan hanya tentang menghindari nyeri, tetapi juga tentang mempertahankan kualitas hidup dan kemandirian hingga usia lanjut.
“Kaki kuat, sendi sehat, tetap mandiri. (fan)

baca juga :

Di E-Talkshow TVOne, Badrut Tamam Puas Jika Rakyat Tersenyum

gas

Amirul Haj Muhadjir Effendy Blusukan Temui Jamaah Haji Indonesia

gas

Bupati Khalil Janji Pamekasan Jadi Penggerak Realisasi Madura Provinsi

gas