Global-News.co.id
DPRD Jatim Metro Raya Utama

Setwan DPRD Jatim Kirim Bantuan untuk Ringankan Beban Korban Gempa NTT


SURABAYA (Global-News.co.id) – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (Setwan DPRD Jatim) kembali menunjukkan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Kali ini, Setwan DPRD Jatim memberangkatkan pengiriman paket bantuan kemanusiaan yang ditujukan khusus bagi masyarakat yang tertimpa musibah dan bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Jumat (21/8/2026), jumlah korban akibat gempa M 7,7 di NTT bertambah menjadi 83 orang, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan.

​Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Jatim, Ali Kuncoro, mengatakan, bahwa aksi solidaritas ini merupakan bentuk empati yang mendalam dari pimpinan, segenap anggota dewan, serta seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Jatim. “Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat bencana,” katanya.

Mantan Pj Walikota Mojokerto ini mengatakan, dirinya berharap bantuan logistik dan kebutuhan pokok yang dikirimkan ini dapat segera sampai di lokasi, sehingga sedikit banyak, bisa meringankan beban serta memulihkan kondisi saudara-saudara di NTT.

Ali Kuncoro lalu menjabarkan, jenis bantuan kemanusiaan yang dikirim antara lain paket logistik untuk kebutuhan pokok sehari-hari, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, serta obat-obatan esensial yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi di lokasi terdampak.

“Pengiriman bantuan dikoordinasikan secara intensif dengan pihak terkait di NTT guna memastikan seluruh paket bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” kata pria yang dikenal akrab dengan wartawan ini.

Selanjutnya pria yang akrab dipanggil Alkun ini berharap, melalui aksi tanggap darurat tersebut pihak Sekretariat DPRD Jatim juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong dan saling membantu antardaerah di Indonesia.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Berdasarkan informasi resmi BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 km timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 km akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores Back-Arc Thrust).

BMKG menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan pasca-gempa bumi utama M7,7, telah mencapai 4.258 kejadian hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Dari total kejadian tersebut, sebanyak 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, dengan 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memprediksi rangkaian gempa susulan (aftershock) ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan. Ia menilai fase awal rangkaian gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.

Saat ini banyak korban membutuhkan bantuan dari masyarakat dari seluruh tanah air. Stok kebutuhan makanan-minuman serta pakaian dan alat-alat untuk tempat tinggal sementara bagi pengungsi sangat dibutuhkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sudah mengirimkan bantuan logistik dan penanggulangan bencana untuk para penyintas gempa NTT. Bantuan kemanusiaan seberat 8,4 ton dengan nilai total mencapai Rp 9,8 miliar tersebut resmi tiba di Kabupaten Ende, NTT, pada Kamis (20/8/2026), usai menempuh perjalanan laut dan darat selama lima hari sejak Senin (17/8/2026). (*/fan)

baca juga :

27 Juni: Tambah 1.385, Positif COVID-19 di Indonesia 52.812 Orang

Surabaya Siap Gelar Java Coffee Culture dan Festival Peneleh 2023

Sumbangan Remiten PMI Jatim Terbesar, Anggota DPD RI Harap Kemenaker RI Beri Atensi Khusus PMI Jatim

gas