
SURABAYA (global-newa.co.id) – Guna mendorong pemberdayaan alumni pondok pesantren yang telah terjun ke dunia usaha, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) melalui UPT Pelatihan Koperasi dan UKM menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM bagi Sociopreneur Pondok Pesantren.
Acara ini diikuti oleh 50 alumni pondok pesantren yang telah menggeluti dunia usaha dan bertujuan meningkatkan keterampilan serta daya saing mereka di sektor bisnis berbasis sosial.
Mewakili Kepala Diskop UKM Jatim untuk membuka kegiatan adalah Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM, Erwin Indra Widjaja. Ia mengawali sambutannya dengan menegaskan pentingnya peran alumni pondok pesantren dalam membangun ekonomi umat melalui sosiopreneurship.
“Sebagai bagian dari masyarakat, alumni pesantren tidak hanya berperan dalam dakwah dan pendidikan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi bagi permasalahan sosial melalui usaha berbasis nilai-nilai Islam,” kata Erwin dalam laman Diskop UKM Jatim, Selasa (25/2/2025).
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan alumni pesantren memiliki nilai tambah tersendiri dalam dunia wirausaha. Dengan bekal ilmu agama yang kuat, mereka dapat menjalankan bisnis yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah, seperti kejujuran, keadilan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Konsep sociopreneurship, yang menggabungkan tujuan bisnis dengan misi sosial, sangat relevan bagi alumni pesantren karena sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya kesejahteraan bersama,” imbuhnya.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan manajerial dan kewirausahaan, mendorong pemanfaatan teknologi digital, serta memperkuat jaringan antar sociopreneur.
“Kegiatan ini juga mendukung One Pesantren One Product (OPOP) dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pesantren,” lanjut Erwin.
Ia pun menjelaskan bahwa kewirausahaan menjadi pilar utama dalam perekonomian suatu bangsa. “Jika melihat negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman, sektor wirausaha memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemberdayaan alumni pesantren dalam dunia bisnis berbasis sosial sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat secara keseluruhan,” tandas Erwin.
Widyaiswara Ahli Pertama UPT Pelatihan Koperasi dan UKM, Heru Oktavianto membekali para peserta dengan materi mengenai pemeriksaan jenis, spesifikasi, kondisi bahan baku dan bahan pembantu berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Ia juga menjelaskan pentingnya administrasi pergudangan yang baik dalam mendukung operasional suatu usaha.
“Administrasi pergudangan merupakan bagian penting dalam operasional industri yang memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang. Dengan sistem pencatatan yang baik dan teknologi yang tepat, efisiensi dan keamanan dalam gudang dapat terjaga dengan optimal,” urai Heru.
Pemateri selanjutnya, Hotma Silalahi yang juga Widyaiswara Ahli Pertama UPT Pelatihan Koperasi dan UKM menjelaskan bahwa seorang wirausaha harus memahami secara mendalam tentang produk yang dijualnya, meliputi spesifikasi produk, manfaat/kegunaan, diferensiasi, dan legalitas serta sertifikasi produk.
Seorang wirausaha, lanjutnya, harus mengetahui dengan jelas komposisi, bahan baku, fitur utama, dan keunggulannya dibandingkan pesaing. Selain itu juga harus dapat memberikan solusi akan kebutuhan para pelanggan melalui produk-produk yang ditawarkannya.
Selain itu, untuk lebih menarik perhatian calon konsumen alangkah baiknya jika produk yang ditawarkan mempunyai keunikan atau ciri khas tersendiri yang membuat calon konsumen merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut.
“Tak kalah penting para pengusaha juga harus memperhatikan legalitas produk-produknya dengan memperhatikan standar mutu, izin edar, dan sertifikasi yang diperlukan untuk menjaga kualitas dan kepercayaan akan produk-produknya di mata konsumen,” ungkap Hotma.
Dengan pemahaman yang komprehensif tentang strategi promosi dan pemasaran, distribusi, serta administrasi pergudangan, para sociopreneur diharapkan dapat meningkatkan daya saing usahanya.
Penerapan metode promosi yang tepat, pemilihan saluran distribusi yang efisien, serta manajemen logistik yang baik akan membantu usaha berbasis pesantren berkembang lebih optimal.
Melalui pelatihan ini, Diskop UKM Jatim berharap dapat lahir para sociopreneur-sociopreneur handal yang mampu bersaing di era digital, menciptakan inovasi bisnis, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berbasis pesantren di Indonesia. Para peserta juga diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini untuk meningkatkan daya saing usaha mereka di pasar domestik maupun global. (kmf)

