Global-News.co.id
Kesehatan Utama

ASHA IVF RS PHC Kembangkan Program bagi Pegawai BUMN

Dr Amang Surya SpOG (keempat dari kiri) dan dr Henny Veirawati (kanan) bersama tim dokter dari IVF RS PHC di Maternity Expo in Conjunction with IVF Festival 2024 Grand City, Jumat (26/7/2024).

SURABAYA (global-news.co.id) – Program kehamilan bayi tabung merupakan salah satu alternatif bagi pasangan dalam merencanakan kehamilan. Namun mahalnya biaya menjadi isu yang sangat kuat bagi sebagian pasangan hingga akhirnya menunda untuk memulai mengikuti program tersebut.

Founder ASHA IVF Indonesia, Dr dr Amang Surya SpOG F-Mas, menyebut, ada banyak masalah yang kerap muncul pada pasangan saat menjalani program in vitro fertilization (IVF). Bukan masalah medisnya, tapi semangat untuk mendapatkan momongan jadi masalah, apalagi kalau ada problem apakah itu pada pihak laki-laki atau perempuan.

“Tidak semua pasien bisa menerima dengan mudah ketika dikatakan dokter yang memeriksa kalau dia mengalami masalah yang akan mengganggu kesuburan atau kemampuan dia untuk hamil,” terangnya saat meluncurkan Program Layanan Bayi Tabung untuk Pegawai BUMN di RS PHC dan ASHA IVF, Jumat (26/7/2024).

Masalah yang kedua, lanjut Amang, pasien bisa menerima apa yang disampaikan dan dia harus menjalani program kehamilan apakah itu inseminasi atau harus bayi tabung.

“Nah masalah yang terkait ketika dia sudah semangat bersedia menjalani kehamilan dalam hal ini bayi tabung, dia mengalami masalah kedua yaitu biaya,” tutur pria yang sudah 14 tahun menangani program bayi tabung.

Amang mengungkap, adanya rumor biaya program bayi tabung di sini lebih mahal daripada di negara tetangga membuatnya tertarik untuk melakukan analisa biaya. Dia mendapati biaya programnya jauh lebih murah.

“Dan saya bisa meyakinkan bukan hanya dari biaya, tapi dari teknologi yang dimiliki, skill dan knowledge yang dimiliki tenaga paramedis serta parameter keberhasilan dari suatu program kehamilan kita nggak kalah (dengan luar negeri). Klinik di Indonesia, saya yakin mampu bersaing ng klinik IVF di LN. Nah masalahnya yang paling sering dikeluhkan adalah biaya,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan penanganan permasalahan infertilitas bagi karyawan BUMN dan afiliasi, RS PHC Surabaya bekerjasama dengan ASHA IVF Indonesia memberikan harga khusus untuk layanan IVF bagi karyawan BUMN. RS PHC Surabaya sendiri merupakan salah satu jaringan Rumah Sakit BUMN IHC dan satu-satunya rumah sakit jaringan IHC yang memiliki layanan unggulan bayi tabung.

Inovasi kerjasama ASHA IVF Indonesia dan RS PHC Surabaya mengembangkan pelayanan teknologi tinggi dengan biaya yang efisien. Namun demikian, tetap menjaga kualitas pelayanan dan tingkat kehamilan yang tinggi.

“Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan layanan terbaik bagi pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan, dengan harapan dapat membantu mewujudkan impian mereka untuk memiliki anak,” terang Dirut RS PHC Surabaya, dr Henny Veirawati.

Dengan menawarkan harga spesial ini, RS PHC Surabaya dan ASHA IVF Indonesia berharap dapat memberikan layanan terbaik dan terjangkau bagi pegawai BUMN dan afiliasi yang sedang merencanakan program kehamilan.

“Kami memahami betapa pentingnya dukungan dan pelayanan yang optimal dalam proses ini, sehingga promo ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan maksimal bagi setiap pasangan,” tambah Henny.

Amang menambahkan, efisiensi biaya itu untuk program kehamilan. “Tidak termasuk kalau menginginkan bayinya laki-laki, karena dua anak sebelumnya sudah berkelamin perempuan,” ujarnya.

Selain menangani pasien dari berbagai kota di Indonesia, ASHA Indonesia yang telah 3 tahun berdiri juga telah menerima pasien dari mancanegara. Satu warga negara Malaysia yang menyimpan sel telurnya di egg banking dan seorang warga Tiongkok yang menjalani program bayi tabung.

Pada kesempatan Maternity Expo in Conjunction with IVF Festival 2024 di Grand City, ASHA IVF RS PHC juga meluncurkan layanan dari Wanita untuk Wanita. Ini merupakan layanan program hamil yang seluruh tenaganya, mulai dari staf admission, perawat, dokter, tim lab, dan kasir adalah perempuan.

“Tidak dapat dipungkiri, keputusan pasangan untuk melakukan pemeriksaan fisik dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya faktor psikologis adanya rasa malu dan tidak nyaman ketika seorang wanita diperiksa oleh dokter yang lawan jenis,” kata drg Aditya MARS, Senior Bisnis and Development ASHA IVF Indonesia.

Dicontohkan, dalam tindakan pengambilan sel telur dalam rangkaian program bayi tabung, semua tenaga medis dan staf yang terlibat adalah perempuan, mulai dari suster, penata anestesi, dokter kandungan, dokter anestesi, hingga embriologis.

“Oleh karena itu, ASHA IVF RS PHC mengakomodasi kebutuhan wanita dalam mencari informasi dan pelayanan dari wanita untuk wanita dengan pelayanan komprehensif dalam penanganan infertilitas, mulai dari pemeriksaan kesuburan, program kehamilan alami, inseminasi, hingga bayi tabung dengan staf dan tenaga medis ahli yang didukung oleh teknologi modern,” tambah Aditya.

Amang mengingatkan mereka yang datang ke ASHA IVF tidak semua akan dilakukan proses bayi tabung. Tapi ketika ada pasangan tidak segera mendapatkan momongan, dia sarankan untuk segera datang, jangan menunda.

“Jangan tidak melakukan apapun. Karena semakin ditunda akan semakin sulit penanganannya, kualitas sel telur juga akan semakin berkurang seiring bertambahnya umur,” terangnya.(ret)

 

baca juga :

Kasus Korupsi TWP AD, Panglima TNI Minta Ditegakkan Secara Cepat dan Tepat

Redaksi Global News

Khofifah Tunjuk Kadinkes Jatim Pimpin Rumpun Vaksinasi

Titis Global News

Antisipasi Dampak Corona, OJK Siapkan Kebijakan Stimulus Perekonomian

Redaksi Global News